Setelah Jakarta, Foo Fighters Akan Tampil di F1 GP Singapura
JAKARTA, Genvoice.id - Setelah sukses menyapa penggemar di Jakarta pada 2 Oktober 2025, band rock legendaris Foo Fighters akan melanjutkan aksi panggungnya ke Singapura, di mana mereka dijadwalkan untuk tampil dalam rangkaian konser Formula 1 Singapore Grand Prix 2025. Kabar ini resmi masuk dalam daftar line-up hiburan GP Singapura dan turut menambah daya tarik acara selain adu kecepatan mobil.
Menurut situs resmi Singapore GP, Foo Fighters akan menjadi headline act di Padang Stage (Zone 4) pada Sabtu, 4 Oktober 2025, mulai pukul 22:20 hingga 00:20 (Waktu Singapura / SGT). Konser ini berlangsung setelah sesi kualifikasi GP Singapore dan menjadi bagian dari hiburan utama malam itu.
Dalam situs line-up GP Singapura disebutkan bahwa penampilan Foo Fighters akan menjadi "highly charged evening after the Formula 1 Qualifying sessions", menegaskan bahwa konser akan dimulai tepat seusai sesi kompetisi motor.
Tur Asia Foo Fighters tahun ini memang sudah menyertakan kota-kota besar di kawasan. Sebelumnya, mereka mengumumkan konser di Jakarta pada tanggal 2 Oktober yang menjadi salah satu titik awal rangkaian pertunjukan di Asia.
Dalam pengumuman dari NME, disebut bahwa penampilan di Singapura adalah bagian dari rencana mereka di Asia bersama kota-kota seperti Tokyo dan Osaka.
Dengan jadwal di Singapura, Foo Fighters memanfaatkan momentum GP sebagai panggung besar yang menjangkau audiens global dan fans musik sekaligus penikmat motorsport. Kolaborasi antara konser musik dan event Formula 1 telah menjadi tren dalam beberapa edisi GP, untuk memperluas pengalaman hiburan dan menarik khalayak non-motorsport.
Penampilan seperti ini tentu membawa ekspektasi tinggi. Fans berharap Foo Fighters akan membawakan lagu-lagu besar mereka seperti "Everlong", "Best of You", dan "The Pretender", memanfaatkan panggung megah di tengah gemerlap Marina Bay, Singapura.
Namun, konser malam di area sirkuit Marina Bay tak lepas dari tantangan teknis: kualitas suara, sistem pencahayaan, daya listrik, keamanan kerumunan, serta pengaturan waktu agar tidak "tabrakan" dengan jadwal balapan. Panitia Singapore GP dan penyelenggara hiburan harus memastikan bahwa perpaduan antara motorsport dan konser tidak saling mengganggu.