Swiss Luncurkan AI Nasional Apertus, Penantang Baru ChatGPT yang Serba Transparan!

Genvoice.id | 03 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, perkembangan dunia AI makin panas aja. Bukan cuma perusahaan raksasa kayak OpenAI atau Google yang serius mengembangkan kecerdasan buatan, tapi sekarang negara juga mulai terjun langsung. Swiss baru aja ngenalin Apertus, model AI nasional berbasis open-source yang digadang-gadang jadi penantang ChatGPT.

Nama Apertus diambil dari bahasa Latin yang berarti "terbuka". Sesuai namanya, model ini memang dirancang biar semua orang bisa ngeliat secara transparan cara kerjanya. Berbeda dengan AI komersial lain yang serba tertutup, Apertus memungkinkan publik menelusuri kode sumber, dokumentasi, sampai data pelatihannya. Bahkan, semua data yang dipakai dijamin patuh sama aturan perlindungan data dan hak cipta di Swiss.

Joshua Tan, salah satu penggagas ide AI sebagai infrastruktur publik, bilang kalau Apertus itu bukti nyata AI bisa diposisikan layaknya fasilitas umum. "Saat ini Apertus adalah model AI publik terdepan, dibangun oleh lembaga publik untuk kepentingan publik. Ini adalah bukti terbaik bahwa AI bisa menjadi infrastruktur publik layaknya jalan tol, air, atau listrik," ucapnya.

DIlansir dari ANTARA, proyek besar ini digarap bareng oleh Institut Teknologi Federal Lausanne (EPFL), ETH Zurich, dan Pusat Superkomputasi Nasional Swiss (CSCS). Karena dikerjakan institusi publik, tujuannya jelas: menghadirkan AI yang aman, terbuka, dan sesuai regulasi Eropa yang dikenal ketat.

Apertus sendiri sudah dilatih dengan 15 triliun token dalam lebih dari 1.000 bahasa, dan 40 persen datanya di luar bahasa Inggris. Jadi bukan cuma paham bahasa global, tapi juga mendukung bahasa lokal seperti Jerman Swiss dan Romansh.

Kehadiran Apertus disambut positif oleh banyak pihak, termasuk Asosiasi Perbankan Swiss. Mereka menilai LLM buatan dalam negeri punya "potensi jangka panjang yang besar" karena lebih cocok dengan aturan kerahasiaan bank dan perlindungan data lokal. Meski begitu, sejumlah bank masih bertahan dengan model AI asing, jadi belum pasti kapan mereka bakal pindah ke Apertus.

Buat yang penasaran, Apertus bisa diakses lewat Swisscom atau platform Hugging Face, dan tersedia dalam dua ukuran: 8 miliar serta 70 miliar parameter. Dengan fleksibilitas ini, siapa pun-mulai dari peneliti, komunitas hobi, sampai perusahaan-bisa manfaatin Apertus untuk bikin aplikasi chatbot, alat edukasi, sampai penerjemah.

Langkah Swiss ini jelas bikin peta persaingan AI global makin seru. Bukan nggak mungkin, ke depan Apertus bakal jadi model acuan buat negara lain yang juga pengin bikin AI nasional mereka sendiri.