Resmi Kembali Aktif! Fitur Live TikTok Sudah Bisa Digunakan Lagi di Indonesia Setelah Tiga Hari Menghilang
JAKARTA, GENVOICE.ID - Setelah sempat dinonaktifkan selama tiga hari terakhir, fitur "Live" atau siaran langsung di aplikasi TikTok akhirnya kembali aktif dan bisa digunakan oleh pengguna di Indonesia.
Dilansir dari Antara, pantauan pada Selasa (3/9) pukul 16.30 WIB menunjukkan bahwa fitur tersebut kini sudah bisa diakses dan digunakan secara normal, termasuk oleh para pelaku usaha kecil yang bergantung pada fitur ini untuk berjualan.
Saat ikon "Live" dipilih di dalam aplikasi, terlihat sejumlah kreator telah kembali melakukan siaran langsung. Bahkan, notifikasi gangguan koneksi internet yang sebelumnya sering muncul saat fitur ini ditangguhkan, kini sudah tidak ditemukan lagi.
Tak hanya itu, saat pengguna TikTok mencoba melakukan pencarian dengan kata kunci "live", muncul banyak kreator yang tengah melakukan siaran langsung, baik untuk keperluan hiburan, edukasi, maupun penjualan produk oleh para pelaku UMKM yang sudah terbiasa memanfaatkan Live Shopping sebagai lapak digital mereka.
Fitur TikTok Shop pun menunjukkan tanda-tanda pulihnya aktivitas. Opsi Live Shopping kini menampilkan kembali mitra-mitra UMKM yang sedang berjualan secara langsung, menawarkan berbagai produk mulai dari makanan, fesyen, hingga aksesoris rumah tangga.
Sebelumnya, fitur siaran langsung TikTok diketahui tidak bisa diakses sejak Sabtu (30/8) malam. Pihak TikTok menyatakan bahwa penonaktifan ini dilakukan secara sukarela, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan platform, menyusul adanya temuan konten provokatif yang tersebar di tengah gelombang demonstrasi yang terjadi dalam sepekan terakhir di berbagai daerah.
TikTok menilai langkah tersebut penting untuk menjaga platform tetap menjadi ruang digital yang aman dan bertanggung jawab bagi seluruh penggunanya, di tengah situasi sosial-politik yang sensitif.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, dalam keterangannya di Gedung DPR RI, Selasa siang, menyatakan bahwa pemerintah siap membangun komunikasi dengan TikTok terkait permintaan untuk mengaktifkan kembali fitur LIVE, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Kita akan coba bangun komunikasi, dan kita juga memahami bahwa ada dampak terhadap UMKM dan kegiatan-kegiatan masyarakat yang menggunakan fitur live report," ujar Nezar.
Ia menambahkan bahwa pemerintah memahami keresahan para pelaku UMKM yang kini sudah terbiasa menjalankan bisnis secara digital melalui siaran langsung TikTok. Penonaktifan fitur tersebut selama tiga hari terakhir membuat banyak pelaku usaha merasa kehilangan akses ke etalase utama mereka di dunia maya.