Pramono Sebut Jakarta Sudah Kondusif, Instruksi WFH ASN DKI Resmi Dicabut
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, resmi mencabut kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang sempat diberlakukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI. Keputusan ini diumumkan usai ia menilai situasi Ibu Kota telah kembali normal pasca-aksi demonstrasi besar yang sempat mengganggu aktivitas warga.
"Saya sudah memberikan pesan kepada kepala dinas terkait agar instruksi WFH dicabut, maksimal hari ini. Kondisi masyarakat sudah normal kembali, seluruh moda transportasi pun sudah berjalan seperti biasa," ujar Pramono saat konferensi pers di Balai Kota DKI, Rabu (3/9).
Meski WFH dihentikan, Pramono menegaskan ASN tetap wajib menjalankan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 6 Tahun 2025 yang mewajibkan mereka menggunakan transportasi umum setiap Rabu. Hal ini sejalan dengan program Pemprov DKI yang tengah memberlakukan tarif Rp1 untuk layanan Transjakarta dan MRT hingga 8 September 2025, sebagai upaya mendorong kebiasaan bertransportasi publik.
Latar Belakang WFH Sementara
Melansir dari ANTARA News, Rabu (3/9), kebijakan WFH sebelumnya diumumkan pada 28 Agustus 2025 melalui Surat Edaran Nomor e-0021/SE/2025 yang ditandatangani Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jakarta, Chaidir. Langkah itu ditempuh setelah demonstrasi di beberapa titik ibu kota sehari sebelumnya, pada 29 Agustus, menimbulkan kekhawatiran soal keamanan dan kelancaran mobilitas ASN.
Dalam aturan tersebut, ASN yang bekerja dari rumah diwajibkan tetap melakukan presensi daring dua kali sehari-pagi dan sore. Namun, pengecualian diberikan kepada ASN yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti di bidang kesehatan, pendidikan, serta layanan publik esensial lain.
Jakarta Kembali Aman
Dengan situasi yang sudah terkendali, Pramono menilai tidak ada lagi alasan untuk memperpanjang WFH. Ia menekankan pentingnya kehadiran ASN di kantor agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif. "Kita ingin semua kembali produktif. Jakarta sudah kondusif, jadi pelayanan publik pun harus berjalan optimal," tegasnya.
Selain itu, Gubernur juga berharap momentum transportasi umum bertarif murah dapat dimanfaatkan ASN sekaligus masyarakat luas untuk beralih dari kendaraan pribadi. Menurutnya, selain mengurangi polusi udara, langkah ini juga mendukung target pemerintah pusat dalam menekan kemacetan di Jakarta.
Dengan pencabutan WFH ini, seluruh ASN DKI kembali bekerja penuh dari kantor mulai hari ini. Pemerintah Provinsi pun memastikan kesiapan layanan publik agar tidak lagi terganggu oleh situasi darurat seperti pekan sebelumnya.