Komnas Perempuan Dukung Tren Brave Pink di Media Sosial Sebagai Ekspresi Damai
JAKARTA, GENVOICE.ID - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) memberikan dukungan penuh terhadap gerakan warganet yang mengganti foto profil media sosial mereka dengan warna merah muda atau yang dikenal sebagai "brave pink". Gerakan ini menjadi simbol solidaritas bagi aktivisme perempuan di ruang digital.
Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, menegaskan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, bahwa penggunaan atribut pink dalam gerakan ini merupakan bentuk ekspresi dukungan yang sejalan dengan prinsip hak asasi manusia (HAM).
"Kalau dari sisi Komnas Perempuan, kami melihatnya dari perspektif hak asasi manusia, bahwa mereka menggunakan baju atau atribut pink untuk mengekspresikan dukungannya kepada teman-teman yang melakukan aksi, menurut saya enggak ada yang salah dan tidak ada yang bertentangan dengan nilai-nilai hak asasi manusia," ujar Maria, dikutip dariAntara,Rabu, (3/9).
Ia menambahkan bahwa gerakan ini tidak bertujuan untuk provokasi melainkan mengekspresikan pendapat secara damai, tanpa kekerasan. "Apalagi bentuknya kan tidak memprovokasi, tidak melakukan kekerasan, nilai-nilai yang kita sebut dengan salah satunya adalah mengekspresikan secara damai," tambahnya.
Komnas Perempuan juga aktif bekerja sama dengan enam lembaga HAM nasional (LNHAM) dalam membuat kanal pengaduan khusus bagi korban kekerasan selama unjuk rasa pada 28-31 Agustus 2025 lalu. Kanal ini dapat diakses melalui situs https://bit.ly/pengaduan-aksi-kp.
Maria menjelaskan, kerja sama ini termasuk Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komnas HAM, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Komisi Nasional Disabilitas (KND), yang bersama-sama melakukan pemantauan kasus kekerasan secara berkelanjutan.
Komnas Perempuan juga membuka jalur pengaduan langsung dan memastikan pemantauan terus berjalan untuk menangani kasus-kasus kekerasan yang muncul pascaaksi unjuk rasa.
Gerakan brave pink terinspirasi dari sosok seorang ibu berjilbab merah muda yang viral saat menghadang aparat dalam aksi demonstrasi, melambangkan keberanian perempuan. Selain itu, tren warna hero green juga ramai digunakan sebagai penghormatan kepada Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia akibat kecelakaan saat aksi berlangsung.
Kedua warna ini kini menjadi simbol solidaritas dan keberanian yang menyebar luas di platform media sosial, menandakan dukungan publik terhadap perjuangan tanpa kekerasan.