Jeremy Lin Resmi Gantung Sepatu Setelah 9 Tahun di NBA
JAKARTA, Genvoice.id - Setelah lebih dari satu dekade berkarir di dunia basket profesional, Jeremy Lin akhirnya resmi mengumumkan pensiun. Kabar ini disampaikan langsung olehnya lewat media sosial, yang segera disambut banjir komentar dari para penggemar di seluruh dunia.
"As athletes, we are always aware that the possibility of retirement is never far away. I've spent my 15-year career knowing that one day I would have to walk away, and yet actually saying goodbye to basketball today has been the hardest decision I've ever made," tulis Lin dalam ungguhan di akun media sosialnya.
Nama Jeremy Lin meledak pada tahun 2012 saat membela New York Knicks di NBA. Fenomena "Linsanity" pun lahir, ketika Lin yang awalnya pemain cadangan berhasil tampil memukau dengan rangkaian permainan luar biasa. Dalam beberapa pertandingan, ia mencetak poin tinggi dan membawa Knicks meraih kemenangan penting. Saat itu, wajah Lin mendominasi pemberitaan media, tiket pertandingan Knicks ludes terjual, dan kaus dengan namanya menjadi incaran.
Perjalanan Lin bisa dibilang tidak mudah. Lahir di California dari keluarga imigran Taiwan, ia tidak pernah benar-benar dilirik besar oleh tim-tim elite sejak awal. Bahkan setelah menamatkan pendidikan di Harvard, kesempatannya nyaris pupus. Namun, kerja keras dan kegigihannya akhirnya membuahkan hasil ketika ia diberi kesempatan tampil di Knicks dan langsung membuktikan kualitasnya.
Sepanjang kariernya, Lin sempat membela sejumlah tim NBA lain, termasuk Houston Rockets, Los Angeles Lakers, Charlotte Hornets, Brooklyn Nets, hingga Atlanta Hawks. Prestasi terbaiknya datang pada tahun 2019, ketika ia menjadi bagian dari skuad Toronto Raptors yang berhasil menjuarai NBA. Gelar tersebut membuat Jeremy Lin tercatat sebagai pemain keturunan Asia pertama yang meraih cincin juara NBA, sebuah pencapaian bersejarah yang menjadi kebanggaan komunitas Asia di seluruh dunia.
Usai petualangannya di NBA, Lin sempat melanjutkan karier di CBA (liga basket China) dan tampil bersama Beijing Ducks. Meski tidak lagi berada di level paling bergengsi seperti NBA, Lin tetap menunjukkan kualitas dan menjadi sosok panutan bagi pemain muda. Kehadirannya di lapangan selalu membawa energi positif dan semangat pantang menyerah.
Kini, di usia pertengahan 30-an, Jeremy Lin memutuskan gantung sepatu. Bagi banyak orang, Jeremy Lin bukan sekadar pemain basket. Ia adalah cerita tentang mimpi yang terwujud lewat kerja keras, keberanian, dan keyakinan. Meski kini tak lagi bermain, warisan "Linsanity" akan selalu melekat, mengingatkan bahwa siapa pun bisa mencapai hal besar, meskipun berawal dari posisi yang diremehkan.