Dunia Sorot Indonesia: PBB Desak Tindakan Tegas Usai Demo Berdarah!

Genvoice.id | 03 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gelombang demonstrasi besar-besaran yang mengguncang sejumlah kota di Indonesia pada 28 hingga 30 Agustus 2025 tak hanya menyedot perhatian publik dalam negeri, tapi juga dunia internasional. Salah satu respons paling tegas datang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang secara resmi mendesak Indonesia untuk mengambil empat langkah penting demi menjaga hak asasi manusia dan stabilitas demokrasi.

Melalui kantor Komisaris Tinggi HAM PBB (OHCHR), lembaga global tersebut menyatakan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan kekerasan aparat dalam pengendalian aksi unjuk rasa. Menurut mereka, Indonesia harus segera melakukan tindakan nyata agar insiden tragis ini tidak semakin memperburuk situasi nasional dan mencoreng reputasi globalnya.

1. Investigasi Cepat, Transparan, dan Menyeluruh

PBB menyerukan agar pemerintah Indonesia melakukan penyelidikan menyeluruh dan terbuka terhadap seluruh kekerasan yang terjadi selama unjuk rasa. Transparansi menjadi kunci untuk memastikan keadilan bagi para korban dan keluarganya.

2. Hormati Hak Berekspresi dan Berkumpul

Demonstrasi damai merupakan hak konstitusional warga negara. PBB menegaskan bahwa kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai harus dilindungi, bukan ditekan. Aparat keamanan diminta bertindak proporsional dan mengedepankan pendekatan persuasif, bukan kekerasan.

3. Buka Dialog dengan Rakyat

Alih-alih memperkeras penindakan, PBB mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog yang bermakna dengan masyarakat, terutama kalangan muda dan kelompok sipil yang menjadi motor aksi. Aspirasi publik harus didengar, bukan dibungkam.

4. Jamin Kebebasan Pers

Dalam pernyataan lengkapnya, PBB juga menyoroti peran penting media dalam mengawasi jalannya demonstrasi. Pemerintah diminta tidak membatasi kerja jurnalis, karena pers adalah pilar penting dalam menjaga transparansi dan demokrasi.

PBB secara tegas menyatakan bahwa kekerasan terhadap demonstran bukan solusi dalam merespons keresahan rakyat. Desakan ini muncul setelah kematian tragis seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan yang tertabrak kendaraan taktis saat demo, serta puluhan korban luka lainnya di berbagai kota.

Gelombang protes yang dipicu isu tunjangan DPR ini meluas menjadi simbol perlawanan terhadap ketimpangan dan ketidakadilan. Banyak pihak, termasuk pengamat internasional, lembaga HAM, hingga diaspora Indonesia di luar negeri, turut menyoroti dinamika ini.