Granit Xhaka Bersinar di Piala Dunia 2026, Penampilan ke-150 Bawa Swiss Melaju ke 16 Besar

Genvoice.id | 03 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Meski tak mencetak gol maupun assist, Granit Xhaka kembali menunjukkan kenapa dirinya masih menjadi sosok yang sangat penting bagi Timnas Swiss. Pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Aljazair, gelandang veteran itu tampil luar biasa dan menjadi motor permainan yang membawa Swiss meraih kemenangan meyakinkan 2-0.

Dua gol Swiss memang dicetak oleh Breel Embolo dan Dan Ndoye. Namun di balik kemenangan tersebut, Xhaka menjadi pemain yang paling berpengaruh dalam mengatur ritme pertandingan. Pengalamannya membuat permainan Swiss begitu tenang dan sulit diganggu sepanjang 90 menit.

Laga ini juga menjadi momen spesial bagi kapten Swiss tersebut. Pertandingan melawan Aljazair menandai penampilan ke-150 Xhaka bersama tim nasional, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu legenda sepak bola Swiss.

Buat Gen yang hanya melihat papan skor, kontribusi Xhaka mungkin tidak terlalu mencolok. Namun jika melihat jalannya pertandingan, hampir semua serangan Swiss dibangun melalui kaki sang gelandang. Permainannya kembali membuktikan bahwa seorang playmaker tak selalu harus mencetak gol untuk menjadi pemain terbaik di lapangan.

Xhaka Jadi Pengatur Tempo Permainan Swiss

Sejak menit pertama, Swiss tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Salah satu penyebab utamanya adalah performa impresif Granit Xhaka di lini tengah.

Gelandang berusia 33 tahun itu mencatatkan 85 sentuhan bola, terbanyak dibanding seluruh pemain yang tampil di pertandingan tersebut.

Tak hanya itu, Xhaka juga menjadi pemain yang paling aktif mengalirkan bola dengan 70 operan dan tingkat akurasi mencapai 87 persen. Statistik tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran sang kapten dalam menjaga tempo permainan Swiss.

Saat kehilangan bola pun, Xhaka tetap tampil agresif. Ia menjadi salah satu pemain yang paling sering memenangkan duel sehingga Aljazair kesulitan membangun serangan balik.

Kombinasi kemampuan membaca permainan, distribusi bola, dan kepemimpinan membuat Swiss tampil jauh lebih nyaman hingga akhirnya memastikan kemenangan 2-0 sekaligus tiket menuju babak 16 besar.

BBC Sport Sebut Xhaka Jadi Otak Permainan Swiss

Penampilan Xhaka juga mendapat pujian dari pandit BBC Sport, Sue Smith. Menurutnya, kontribusi sang gelandang tidak bisa hanya diukur lewat statistik gol ataupun assist.

"Saya menyebut Granit Xhaka berulang kali dan itu karena dia yang menentukan tempo, dialah yang memutuskan kapan harus mempercepat dan kapan harus memperlambatnya," ujar Sue Smith.

"Memiliki pemain berpengalaman seperti dia di dalam tim serta talenta muda yang menjanjikan di sekitarnya, ini adalah tim yang akan berpikir mereka bisa terus melaju," tegasnya.

Komentar tersebut menggambarkan betapa vitalnya peran Xhaka sebagai penghubung antara lini belakang dan lini depan Swiss sepanjang turnamen.

Talenta Muda Swiss Ikut Bersinar

Selain pengalaman Xhaka, Swiss juga mendapat dorongan besar dari penampilan gemilang para pemain mudanya.

Salah satu yang kembali mencuri perhatian adalah Johan Manzambi. Pemain berusia 20 tahun itu menjadi kreator gol pembuka setelah melewati Aissa Mandi sebelum mengirim umpan matang yang diselesaikan Breel Embolo menjadi gol.

Assist tersebut membuat kontribusi Manzambi di Piala Dunia 2026 semakin mengesankan. Setelah mencetak tiga gol pada fase grup, kini ia sudah terlibat langsung dalam lima gol Swiss sepanjang turnamen.

Berdasarkan data Opta, Manzambi menjadi pemain Swiss pertama yang berkontribusi langsung dalam lima gol pada satu edisi Piala Dunia sejak pencatatan statistik terperinci dimulai pada 1966.

Perpaduan pengalaman Granit Xhaka dan penampilan impresif para pemain muda menjadi modal besar bagi Swiss untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Jika mampu mempertahankan performa seperti saat menghadapi Aljazair, bukan tidak mungkin tim berjuluk Nati itu bakal menjadi salah satu kuda hitam yang patut diperhitungkan di fase gugur.