7 Kesalahan Saat Menggunakan Mesin Cuci yang Bisa Memperpendek Umurnya

Genvoice.id | 03 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Mesin cuci menjadi salah satu peralatan rumah tangga yang sangat membantu pekerjaan sehari-hari. Dengan alat ini, mencuci pakaian menjadi lebih cepat dan praktis dibandingkan mencuci secara manual.

Namun, tanpa disadari, banyak orang memiliki kebiasaan yang justru membuat mesin cuci bekerja lebih berat. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat mempercepat kerusakan komponen dan mengurangi usia pakai mesin cuci.

Agar mesin cuci tetap awet, berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

1. Mengisi Mesin Cuci Terlalu Penuh

Banyak orang memasukkan pakaian sebanyak mungkin agar tidak perlu mencuci berkali-kali.

Padahal, muatan yang melebihi kapasitas membuat motor bekerja lebih keras dan hasil pencucian juga menjadi kurang maksimal karena pakaian sulit bergerak.

Sebaiknya ikuti kapasitas yang dianjurkan oleh produsen.

2. Menggunakan Deterjen Terlalu Banyak

Semakin banyak deterjen bukan berarti pakaian akan semakin bersih.

Justru, busa yang berlebihan dapat meninggalkan residu pada pakaian maupun bagian dalam mesin cuci.

Gunakan deterjen sesuai takaran yang disarankan agar proses pencucian lebih efektif.

3. Tidak Memeriksa Isi Kantong Pakaian

Koin, kunci, tisu, atau benda kecil lainnya sering tertinggal di dalam saku pakaian.

Benda-benda tersebut dapat merusak tabung mesin cuci, menyumbat saluran pembuangan, atau bahkan merusak pakaian lain.

Biasakan memeriksa setiap kantong sebelum memasukkan pakaian ke mesin cuci.

4. Jarang Membersihkan Mesin Cuci

Meski digunakan untuk mencuci pakaian, mesin cuci juga perlu dibersihkan.

Sisa deterjen, serat kain, dan kotoran dapat menumpuk di dalam tabung maupun filter.

Bersihkan mesin cuci secara berkala sesuai petunjuk penggunaan agar tetap higienis dan bekerja dengan baik.

5. Menutup Tutup Mesin Cuci Setelah Digunakan

Setelah selesai mencuci, banyak orang langsung menutup rapat mesin cuci.

Padahal, bagian dalam mesin masih lembap sehingga berisiko menimbulkan bau apek atau jamur.

Biarkan tutup terbuka beberapa saat agar bagian dalam mengering secara alami.

6. Mengabaikan Posisi Mesin Cuci

Mesin cuci sebaiknya diletakkan di permukaan yang rata dan stabil.

Jika posisinya miring atau tidak seimbang, getaran saat proses pencucian dan pengeringan akan menjadi lebih kuat sehingga mempercepat keausan komponen.

7. Membiarkan Pakaian Terlalu Lama di Dalam Mesin

Setelah proses mencuci selesai, sebaiknya segera keluarkan pakaian.

Pakaian yang dibiarkan terlalu lama di dalam tabung dapat menimbulkan bau tidak sedap dan membuat kelembapan bertahan lebih lama di dalam mesin.

Tips Merawat Mesin Cuci agar Lebih Awet

Selain menghindari kesalahan di atas, lakukan beberapa perawatan sederhana berikut:

  • Bersihkan filter secara rutin.
  • Gunakan deterjen yang sesuai dengan jenis mesin cuci.
  • Lap bagian luar mesin setelah digunakan.
  • Periksa selang air secara berkala untuk memastikan tidak ada kebocoran.
  • Lakukan pencucian tabung sesuai jadwal jika mesin memiliki fitur tersebut.

Perawatan Rutin Lebih Murah daripada Perbaikan

Merawat mesin cuci secara berkala hanya membutuhkan sedikit waktu.

Sebaliknya, kerusakan akibat penggunaan yang kurang tepat bisa memerlukan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Karena itu, membangun kebiasaan yang benar sejak awal merupakan investasi untuk memperpanjang usia pakai mesin cuci.

Kesalahan seperti mengisi mesin cuci terlalu penuh, menggunakan deterjen berlebihan, tidak membersihkan filter, hingga membiarkan pakaian terlalu lama di dalam tabung dapat mempercepat kerusakan mesin cuci.

Dengan penggunaan yang sesuai dan perawatan rutin, mesin cuci akan bekerja lebih optimal, pakaian menjadi lebih bersih, dan usia pakainya pun bisa bertahan lebih lama.