Siapa Itu Nanik S Deyang? Ini Rekam Jejak Kepala BGN Baru yang Baru!

Genvoice.id | 03 Jun 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Prabowo Subianto telah resmi menurunkan jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang diampuh oleh Dadan Hindayana dan melantik Nanik S Deyang dalam menggantikan posisinya.

Posisi Kepala BGN langsung digantikan oleh Nanik yang juga pernah menjabat menjadi Wakil Kepala BGN. Lalu, siapa sebenernya Nanik S Deyang itu?

Profil Singkat Nanik S Deyang

Nanik Sudaryati Deyang atau yang biasa akrab disapa Nanik ini merupakan salah satu sosok politikus yang lahir pada 3 Januari 1968 di Madiun, Jawa Timur.

Sosoknya menjadi dikenal lebih luas setelah Nanik tercatat telah menjadi relawan aktif untuk urusan politik Prabowo Subianto sejak Pilihan Presiden (Pilpres) 2019 silam.

Rekam Jejak Karier

Sebelum bergelut di bidang politik, Nanik ternyata lebih dulu berkecimprung di dunia jurnalis, dengan mengawali kariernya sebagai wartawati di Tabloid Bangkit, yang berada di bawah kelompok Kompas Gramedia.

Selama ia bergelut di bidang jurnalis, Nanik akhirnya dapat peranan yang cukup penting, yakni sebagai pemimpin media di Kelompok Media Peluang (KMP).

Pengalaman menjadi jurnalis itulah yang membuat Nanik memiliki komunikasi publik yang cukup kuat.

Semenjak 2019, Nanik mulai aktif berkecimprung di dunia politik, terutama saat momen Pilpres 2019 dimana dirinya tercatat masuk ke dalam lingkaran pendukung Prabowo Subianto.

Ia memegang peranan penting dengan memegang jabatan sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Begitu pemerintahan Prabowo berjalan, karir Nanik terus menanjak. Ia sempat dilantik menjadi Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) mendampingi Budiman Sudjatmiko. Kemudian pada reshuffle kabinet September 2025, barulah ia digeser ke BGN sebagai Wakil Kepala.

Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Nanik dikenal sangat tegas, terutama dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia tidak ragu untuk turun langsung ke lapangan dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Melalui akun Instagram resmi @sidakbgn, ia terlihat sering berkeliling, salah satunya memantau dapur-dapur di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam sidak-sidak tersebut, Nanik kerap menemukan pelanggaran yang bisa mengancam kualitas makanan anak-anak, ibu hamil, dan balita. Masalah yang sering ditemukan antara lain:

  • Dapur yang kurang bersih (higienis).

  • Tata letak dapur yang berantakan dan tidak sesuai pedoman teknis.

  • Fasilitas sanitasi yang buruk sehingga berisiko mengontaminasi makanan.

Jika menemukan dapur yang "nakal" atau tidak siap, Nanik tidak segan-segan menjatuhkan sanksi tegas berupa penangguhan (suspend) operasional sementara.

Ketegasan Nanik bukan main-main. Ia juga mewajibkan para mitra penyedia untuk menyediakan fasilitas tempat tinggal (mess) yang layak bagi para kepala SPPG, pengawas keuangan, dan pengawas gizi di lokasi dapur. Baginya, kenyamanan kerja para staf di lapangan adalah kunci utama agar kualitas gizi yang sampai ke masyarakat tetap terjaga.

Karier di Badan Gizi Nasional (BGN)

Berdasarkan data terbaru hingga akhir Mei 2026, dari total 27.208 dapur SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia, tercatat ada 8.182 dapur yang pernah kena semprit atau ditangguhkan sejak program ini berjalan awal tahun lalu.

Kabar baiknya, mayoritas dari mereka sudah berbenah:

  • 5.659 dapur sudah boleh beroperasi lagi karena sudah memperbaiki fasilitas dan manajemennya sesuai standar.

  • 2.213 dapur masih dalam masa hukuman (ditangguhkan) karena dinilai belum memenuhi standar kelayakan bangunan maupun aturan teknis.

Langkah tegas lewat sidak dan evaluasi berkala ini diambil Nanik berdasarkan laporan masyarakat, pejabat daerah, serta pemantauan langsung demi memastikan program andalan pemerintah ini benar-benar aman dan bergizi.

Sekarang, setelah posisi Dadan Hindayana digeser, Presiden Prabowo Subianto menarik Nanik untuk menjadi kepala BGN.