Mengenal Nanik S. Deyang: Kepala Baru Badan Gizi Nasional yang Dikenal Hobi Sidak Dapur

Genvoice.id | 03 Jun 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Ada perombakan besar di pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) nih, Gen.

Presiden Prabowo Subianto baru aja resmi mencopot Dadan Hindayana dan menunjuk Nanik S. Deyang, yang memiliki nama asli Nanik Sudaryati Deyang, sebagai Kepala BGN yang baru.

Kabar mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa malam. Pergantian pimpinan ini merupakan hasil dari proses monitoring serta evaluasi mendalam demi mendongkrak performa instansi gizi tersebut.

Untuk mendampingi Nanik, Presiden juga melantik dua Wakil Kepala BGN baru, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Berawal dari Dunia Jurnalistik ke Panggung Politik

Bagi yang penasaran dengan sosoknya, perempuan kelahiran Madiun, 3 Januari 1968 ini punya latar belakang akademis dan karier yang menarik. Nanik merupakan lulusan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dan kemudian melanjutkan studi S2 di program Magister Ilmu Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Jauh sebelum terjun ke pemerintahan, Nanik dikenal luas sebagai jurnalis senior yang cukup kritis terhadap isu sosial, politik, dan ekonomi. Langkah awal di dunia media dimulai dari Tabloid Bangkit (grup Kompas Gramedia), hingga akhirnya ia dipercaya memimpin media di Kelompok Media Peluang (KMP). Latar belakang inilah yang membuatnya punya kemampuan komunikasi publik yang sangat jempolan.

Nama Nanik mulai tersorot secara nasional di kancah politik saat ia aktif mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 lalu. Saat itu, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo-Sandi.

Karier birokrasinya pun terus menanjak:

  • Oktober 2024: Dilantik sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) mendampingi Budiman Sudjatmiko.

  • Juni 2025: Diangkat menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).

  • September 2025: Digeser ke BGN sebagai Wakil Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, hingga akhirnya kini resmi naik kelas memimpin badan tersebut.

Usai ditunjuk, Nanik mengungkapkan bahwa jabatan ini adalah amanah yang sangat besar dan berat. Target utamanya adalah memastikan seluruh anak-anak Indonesia mendapatkan gizi terbaik sekaligus membantu membangkitkan ekonomi rakyat.

"Sang Detektif" Dapur Makan Bergizi Gratis

Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Nanik dikenal sangat tegas, terutama dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia tidak ragu untuk turun langsung ke lapangan dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Lewat akun Instagram @sidakbgn, ia kerap membagikan momen saat berkeliling memantau dapur-dapur, salah satunya di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam sidak-sidak tersebut, Nanik kerap menemukan pelanggaran yang bisa mengancam kualitas makanan anak-anak, ibu hamil, dan balita. Masalah yang sering ditemukan antara lain:

  • Kondisi dapur yang kurang higienis atau kurang bersih.

  • Tata letak dapur yang berantakan dan tidak sesuai pedoman teknis BGN.

  • Fasilitas sanitasi yang buruk sehingga berisiko mencemari makanan.

Jika menemukan dapur yang "nakal" atau tidak siap, Nanik tidak segan-segan menjatuhkan sanksi tegas berupa penangguhan (suspend) operasional sementara.

Ribuan Dapur Masih Ditangguhkan Demi Kualitas

Ketegasan Nanik bukan main-main. Ia juga mewajibkan para mitra penyedia untuk menyediakan fasilitas tempat tinggal (mess) yang layak bagi para kepala SPPG, pengawas keuangan, dan pengawas gizi di lokasi dapur. Baginya, kenyamanan kerja staf lapangan adalah kunci utama agar kualitas gizi yang sampai ke masyarakat tetap terjaga dengan baik.

Berdasarkan data terbaru hingga akhir Mei 2026, dari total 27.208 dapur SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia, tercatat ada 8.182 dapur yang pernah "kena semprit" atau ditangguhkan sejak program ini berjalan awal tahun lalu.

Kabar baiknya, mayoritas dari mereka sudah berbenah:

  • 5.659 dapur sudah boleh beroperasi kembali karena telah memperbaiki fasilitas dan manajemennya sesuai standar.

  • 2.213 dapur masih dalam masa penangguhan karena dinilai belum memenuhi standar kelayakan bangunan maupun aturan teknis.

Langkah tegas lewat sidak dan evaluasi berkala yang diinisiasi oleh Nanik ini, baik berdasarkan laporan masyarakat, pejabat daerah, maupun pantauan langsung, menjadi bukti komitmennya agar program andalan pemerintah ini benar-benar aman, bersih, dan bergizi bagi generasi masa depan.