Bikin Sejarah! MET Gala 2026 Tampilkan Manekin Beragam Bentuk Tubuh, Fashion Makin Inklusif

Genvoice.id | 03 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pameran tahunan dari Costume Institute selalu berhasil mencuri perhatian publik, apalagi karena dibuka dengan perhelatan bergengsi MET Gala. Namun di tahun 2026, ada sesuatu yang berbeda, bukan hanya soal busana, tetapi juga representasi tubuh yang lebih inklusif.

Digelar mulai 10 Mei 2026 hingga 10 Januari 2027 di Metropolitan Museum of Art, New York, pameran tahun ini membawa pendekatan baru yang lebih berani dalam dunia fashion dan seni. Berikut fakta menariknya:

1. Mengangkat tema "Costume Art"

Tema besar yang diusung adalah "Costume Art", yang mengeksplorasi hubungan antara tubuh dan pakaian sebagai bagian dari ekspresi budaya. Dalam pameran ini, busana dipasangkan dengan karya seni untuk menunjukkan bagaimana tubuh menjadi medium utama dalam menyampaikan identitas dan makna.

2. Hadirkan manekin dengan beragam bentuk tubuh

Salah satu hal paling mencuri perhatian adalah penggunaan sekitar 200 manekin dengan berbagai bentuk tubuh. Ini menjadi langkah besar untuk merepresentasikan realitas bahwa tubuh manusia tidak hanya satu standar, melainkan sangat beragam.

3. Menantang standar lama di museum

Kurator pameran, Andrew Bolton, menyebut bahwa langkah ini bertujuan untuk menantang standar lama yang selama ini identik dengan tubuh kurus dan "ideal". Dengan pendekatan baru ini, pameran ingin membuka perspektif tentang inklusivitas dalam dunia fashion.

4. Terinspirasi dari figur nyata yang beragam

Sebanyak 18 model manekin dibuat berdasarkan tubuh sembilan individu dengan latar belakang berbeda. Di antaranya adalah Sinéad Burke, aktivis disabilitas dengan dwarfisme, Aimee Mullins yang menggunakan kaki prostetik, serta Aaron Philip, model dan musisi pengguna kursi roda.

5. Libatkan desainer dengan perspektif body positivity

Desainer Michaela Stark turut berkontribusi dalam pameran ini. Ia menyoroti pentingnya langkah inklusif ini, terutama di tengah industri fashion yang dinilai mulai mengalami kemunduran dalam isu body positivity.

6. Tetap mempertahankan elemen klasik

Meski menghadirkan pendekatan baru, pameran ini tetap menggunakan manekin konvensional sebagai bagian dari perjalanan sejarah fashion. Hal ini dilakukan untuk menciptakan keseimbangan antara masa lalu dan perspektif baru yang lebih inklusif.

7. Menampilkan ratusan koleksi dalam ruang baru

Pameran ini akan menampilkan sekitar 400 objek, mulai dari busana hingga karya seni. Selain itu, acara ini juga menjadi pembuka untuk ruang instalasi terbaru, Conde M. Nast Galleries, yang memiliki luas sekitar 1.100 meter persegi.

Dengan konsep yang lebih inklusif dan reflektif, pameran MET Gala 2026 tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga mengajak pengunjung untuk melihat fashion dari sudut pandang yang lebih luas. Ini bukan lagi soal tren semata, melainkan tentang representasi, identitas, dan keberagaman dalam dunia nyata.