Album "Menari dengan Bayangan" Milik Hindia Resmi Diangkat ke Film Layar Lebar
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar menarik datang dari industri musik dan perfilman Indonesia. Album debut milik Hindia berjudul Menari dengan Bayangan dipastikan akan diadaptasi menjadi film layar lebar.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Baskara Putra, sosok di balik Hindia, yang juga akan terlibat sebagai produser eksekutif dalam proyek tersebut. Ia menyebut adaptasi ini sebagai langkah baru bagi karya musiknya untuk hadir dalam medium berbeda.
"Ini adalah perjalanan baru bagi 'Menari dengan Bayangan' yang akan hadir dalam medium baru bersama Palari Films," ujar Baskara dalam pernyataannya.
Album "Menari dengan Bayangan" sendiri pertama kali dirilis pada 2019 dan mendapat sambutan luas dari pendengar. Beberapa lagu di dalamnya, seperti Rumah ke Rumah, menjadi populer dan melekat di kalangan penikmat musik Indonesia, terutama generasi muda.
Untuk versi filmnya, proyek ini akan digarap oleh Edwin sebagai sutradara. Nama Edwin sudah tidak asing di dunia perfilman Tanah Air, dengan sejumlah karya yang mendapat pengakuan baik di dalam maupun luar negeri.
Ia sebelumnya dikenal lewat film Posesif serta Aruna dan Lidahnya yang sukses secara kritik. Bahkan, karya lainnya, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, berhasil meraih penghargaan utama Golden Leopard di Festival Film Locarno, salah satu festival film bergengsi di dunia.
Sebagai rumah produksi, Palari Films memang dikenal konsisten menghadirkan film-film dengan pendekatan cerita yang kuat dan relevan dengan isu sosial. Didirikan oleh Edwin bersama Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, Palari Films telah menghasilkan berbagai karya yang kerap mendapat apresiasi di ajang nasional maupun internasional.
Bagi Baskara, kolaborasi ini menjadi momen penting dalam perjalanan kariernya. Ia mengaku merasa terhormat bisa terlibat dalam proyek yang juga menjadi bagian dari tonggak perjalanan satu dekade Palari Films.
Adaptasi album ke film ini pun menjadi langkah menarik, mengingat "Menari dengan Bayangan" dikenal sebagai karya yang sangat personal dan penuh refleksi tentang kesehatan mental, relasi, serta dinamika kehidupan anak muda.
Dengan pendekatan visual dari Edwin dan kekuatan narasi dari materi album tersebut, film ini diprediksi akan menghadirkan pengalaman yang berbeda, tidak hanya bagi penggemar Hindia, tetapi juga penonton film Indonesia secara umum.