Mehdi Taremi Putuskan Berhenti Main Bola Dan Jadi Tentara Iran!

Genvoice.id | 03 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia olahraga internasional bener-bener dibuat guncang sama keputusan super berani yang diambil oleh salah satu striker paling tajam asal Asia, Mehdi Taremi. Di saat kariernya lagi berada di puncak dan sedang menikmati nyamannya bermain di kompetisi elit Eropa, Taremi justru memilih buat mengambil langkah yang nggak terduga sama sekali.

Kabar ini meledak di tengah situasi geopolitik yang lagi membara antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Bayangkan saja, seorang pemain yang setiap minggunya berlari di rumput hijau stadion-stadion megah, kini bersiap buat menukar jersey kebanggaannya dengan seragam militer dan memegang senjata.

Keputusan ini bener-bener bikin heboh karena jarang banget ada atlet profesional di level top dunia yang rela mengorbankan gaji miliaran dan kemewahan karier demi terjun langsung ke medan tempur. Kabar kepindahan sang bomber dari lapangan bola menuju garda terdepan tentara Iran ini tentu memicu perdebatan panas di kalangan fans sepak bola dunia.

Banyak yang merasa kehilangan sosok predator di kotak penalti, tapi nggak sedikit juga yang salut dengan loyalitas tanpa batas yang ditunjukkan Taremi untuk tanah kelahirannya. Kejadian ini bener-bener membuktikan kalau panggilan jiwa dan cinta tanah air bisa bikin seseorang meninggalkan apa pun yang sudah mereka capai dengan susah payah selama bertahun-tahun, nih Gen.

Menurut laporan yang dirilis oleh media asal Turki, Haberler, pada Selasa, 3 Maret 2026, Mehdi Taremi yang sekarang lagi membela klub raksasa Yunani, Olympiacos, memang sudah membulatkan tekad buat pulang kampung. Ia merasa nggak bisa tinggal diam melihat kondisi negaranya yang lagi dalam ancaman besar akibat konflik bersenjata yang kian memanas.

"Ini adalah momen di mana negara saya sangatlah membutuhkan saya. Saudara saya dan rumah saya berada dalam situasi bahaya, dan saya harus berada di sana," kata Taremi dikutip dari Haberler. Pernyataan emosional ini bener-bener menunjukkan betapa seriusnya mantan pemain Inter Milan itu buat meninggalkan gemerlapnya dunia sepak bola.

Upaya Federasi Menahan Sang Bintang Dan Statistik Gila Taremi

Meski keinginan Taremi sudah sangat kuat, ternyata pihak Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) nggak tinggal diam. Mereka dikabarkan sedang berusaha keras membujuk striker berusia 33 tahun itu supaya tetap bertahan di Yunani.

Alasan utamanya tentu saja soal faktor keamanan, mengingat situasi di Iran saat ini bener-bener lagi nggak kondusif dan penuh risiko berbahaya. FFIRI pengen Taremi tetap fokus mengolah si kulit bundar dan memberikan prestasi lewat jalur olahraga saja, tapi sayangnya keputusan final tetap ada di tangan sang pemain sendiri.

Padahal, kalau kita lihat performanya di musim ini, Taremi lagi gacor-gacornya bersama Olympiacos. Mantan penyerang FC Porto ini seolah kembali menemukan ketajamannya dengan mencatatkan 10 gol dan tiga assist hanya dari 16 pertandingan di Liga Super Yunani.

Nggak cuma di liga lokal, di kompetisi paling bergengsi seperti Liga Champions pun, dia sukses mencetak dua gol dan dua assist. Bayangkan betapa ruginya Olympiacos kehilangan mesin gol mereka di tengah performa yang lagi naik daun seperti sekarang. Saat ini, proses negosiasi buat memutus kontraknya di klub Yunani tersebut masih terus berjalan.