Kakak Beli Mobil Rp8,5 Miliar, Adik Incar Helikopter: Gaya Hidup Mewah Keluarga Pejabat Kaltim Jadi Sorotan Tajam!

Genvoice.id | 03 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Gaya hidup pejabat Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan tajam publik di awal Maret 2026.

Usai kabar pengadaan mobil dinas mewah Rudy Mas'ud senilai Rp8,5 miliar viral, kini sang adik kandung yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud, memicu polemik baru dengan keinginannya memiliki helikopter dinas.

Di tengah keluhan warga soal infrastruktur jalan yang rusak, pernyataan keluarga Mas'ud ini dinilai kontradiktif dengan semangat efisiensi anggaran daerah. Simak ulasan lengkap mengenai kontroversi gaya hidup mewah, tanggapan netizen, hingga pantauan KPK terhadap anggaran fasilitas pejabat Kaltim berikut ini!

Alasan Mobilitas vs Keadilan Publik

Dalam video tersebut, Hasanuddin beralasan bahwa perjalanan darat menuju wilayah jauh seperti Kabupaten Berau membutuhkan tenaga dan waktu yang terlalu besar. Ia menilai transportasi udara adalah solusi efisiensi bagi mobilitas pejabat daerah.

Namun, pernyataan ini justru menjadi bumerang. Netizen menilai:

  • Prioritas Terbalik: Warga menuntut perbaikan jalan publik agar bisa dinikmati semua orang, bukan pengadaan fasilitas udara yang hanya menguntungkan pejabat.

  • Efisiensi Anggaran: Keinginan tersebut dinilai bertolak belakang dengan semangat penghematan anggaran yang sedang digalakkan pemerintah pusat.

Pantauan KPK dan Teguran Internal Partai

Buntut dari pengadaan mobil mewah Rudy Mas'ud, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilaporkan mulai memantau pengadaan kendaraan miliaran rupiah tersebut guna memastikan tidak ada penyalahgunaan kekuasaan.

Tak hanya itu, internal Partai Golkar dikabarkan telah memberikan teguran lisan kepada Rudy Mas'ud demi menjaga citra partai. Dominasi keluarga Mas'ud di kursi eksekutif dan legislatif Kaltim kini membuat publik semakin kritis dalam mengawasi setiap kebijakan dan fasilitas yang mereka gunakan.

Kontroversi fasilitas mewah di lingkup pemerintahan Kalimantan Timur ini menjadi ujian berat bagi kepercayaan publik terhadap dinasti keluarga Mas'ud.

Alih-alih mendapatkan kemudahan mobilitas, keinginan pengadaan helikopter dan mobil miliaran rupiah justru melahirkan narasi tandingan mengenai buruknya akses jalan yang harus dirasakan rakyat kecil setiap hari.

Kini, publik menanti langkah nyata pemerintah daerah: apakah mereka akan lebih memprioritaskan perbaikan jalan umum atau tetap berkukuh pada kemewahan fasilitas jabatan? Sampaikan pendapat Gen mengenai prioritas anggaran Kaltim di kolom komentar di bawah ini.