Iran Gempur Pangkalan Udara AS di Bahrain, Serangan Drone dan Rudal Berlanjut
JAKARTA, GENVOICE.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melancarkan serangan terbaru yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain. Aksi ini menambah panjang daftar eskalasi konflik antara Teheran dan Washington di kawasan Teluk.
Menurut laporan terbaru, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pihaknya melakukan serangan skala besar menggunakan drone dan rudal pada Selasa (3/3/2026) dini hari. Targetnya adalah pangkalan udara AS di wilayah Sheikh Isa, Bahrain.
IRGC Klaim Luncurkan Puluhan Drone
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut operasi tersebut melibatkan 20 drone dan tiga rudal. Mereka mengklaim serangan itu berhasil menghantam pusat komando utama pangkalan yang menjadi sasaran.
"IRGC mengumumkan bahwa... pasukan angkatan lautnya melakukan serangan drone dan rudal skala besar pada subuh di pangkalan udara AS di daerah Sheikh Isa, Bahrain," tulis kantor berita pemerintah Iran, IRNA di Telegram, menggunakan akronim untuk Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Serangan ini disebut sebagai bagian dari gelombang balasan Iran terhadap aksi militer Amerika Serikat dan Israel di wilayah Iran sebelumnya. Ketegangan memang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir dengan rentetan serangan yang saling berbalas.
Sebelumnya, IRGC juga dilaporkan menyerang Pangkalan Arifjan di Kuwait menggunakan sekitar 10 drone. Iran mengklaim target tersebut berhasil terkena serangan.
Target Meluas di Kawasan Teluk
Tak hanya Bahrain dan Kuwait, Iran juga disebut menargetkan pangkalan udara dekat Riyadh, Arab Saudi. Namun, rudal yang diarahkan ke wilayah tersebut dilaporkan berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.
Seorang sumber dari negara Teluk menyebut serangan rudal Iran memang semakin gencar sebagai respons atas gelombang serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Situasi ini membuat kawasan Timur Tengah berada dalam kondisi siaga tinggi.
Dalam perkembangan sebelumnya, Iran juga mengakui telah menyerang sejumlah pangkalan militer AS di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab sebagai bentuk pembalasan langsung.
Risiko Eskalasi Konflik
Rentetan serangan ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional. Bahrain sendiri merupakan sekutu penting AS di Teluk Persia dan menjadi lokasi markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika.
Pengamat menilai, selama aksi saling balas masih berlangsung, potensi eskalasi konflik tetap terbuka. Negara-negara di kawasan pun terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan lanjutan.