15 Menit Maut di Lantai 25! Pekerja Gondola Surabaya Tewas Dihantam Angin Kencang

Genvoice.id | 03 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Cuaca ekstrem yang melanda Surabaya pada Senin (2/3/2026) siang berubah menjadi tragedi maut.

Hujan deras disertai angin kencang memicu kecelakaan kerja di sebuah gedung apartemen kawasan Surabaya Barat. Satu pekerja pembersih kaca dilaporkan meninggal dunia setelah terombang-ambing di ketinggian.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Dua pekerja, Edy Suhartono dan Ribut Budiyanto, tengah membersihkan kaca dinding gedung menggunakan gondola yang menggantung di sisi bangunan. Aktivitas berjalan normal sejak pagi, hingga cuaca mendadak berubah drastis.

Hujan turun dengan intensitas tinggi, diiringi hembusan angin kencang yang menyapu area gedung. Gondola yang menjadi tumpuan para pekerja mulai berayun tak terkendali. Di tengah situasi mencekam itu, satu pekerja masih berpijak di atas gondola, sementara Edy Suhartono tergantung pada tali pengaman.

Tubuh Edy berkali-kali terbanting dan menghantam dinding gedung akibat hempasan angin. Benturan keras yang terjadi berulang kali diduga menyebabkan korban meninggal dunia dalam posisi masih tergantung di ketinggian lantai 25.

Proses evakuasi segera dilakukan oleh tim gabungan dari internal gedung dengan dukungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya. Lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk membantu penyelamatan.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, M Rokhim, mengonfirmasi satu orang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Korban diketahui bernama Edy Suhartono, pria asal Blitar.

Sementara itu, rekan kerjanya, Ribut Budiyanto (53), warga Tambak Wedi Baru, Surabaya, berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar meski mengalami luka-luka dan syok. Ia kini menjalani perawatan intensif di RS William Booth.

Hingga sore hari, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan dan pemeriksaan di lokasi kejadian. Tim Inafis melakukan dokumentasi serta pendalaman untuk memastikan penyebab pasti insiden, termasuk menelusuri standar keamanan kerja saat cuaca buruk.

Tragedi ini menambah daftar kecelakaan kerja yang dipicu cuaca ekstrem, sekaligus menjadi pengingat keras akan risiko tinggi pekerjaan di ketinggian, terutama ketika kondisi alam berubah tanpa peringatan panjang.