Keuangan Barcelona Mulai Stabil, Penjualan Pemain Buka Jalan Aktivitas Transfer Normal
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kondisi finansial Barcelona menunjukkan tanda-tanda perbaikan secara bertahap. Klub asal Catalunya itu mulai bernapas lega setelah sejumlah langkah strategis memberikan dampak positif terhadap neraca keuangan mereka.
Salah satu faktor penting datang dari penjualan Dro Fernandez ke Paris Saint-Germain. Media Spanyol melaporkan transfer tersebut menghasilkan pemasukan sebesar 8,5 juta euro. Meski nilainya tidak tergolong besar untuk ukuran pasar Eropa, dana itu dinilai sangat membantu Barcelona dalam situasi finansial yang masih dalam tahap pemulihan.
Nilai transfer Dro Fernandez bahkan melampaui klausul pelepasan yang tercantum dalam kontraknya. Lebih dari sekadar angka, penjualan tersebut memungkinkan Barcelona mencabut jaminan bank senilai 19 juta euro yang sebelumnya dikeluarkan pada musim panas lalu. Jaminan itu digunakan untuk mendaftarkan Marcus Rashford dan Roony Bardghji agar bisa bermain secara resmi.
Manajemen klub kini juga semakin optimistis dapat kembali mematuhi aturan 1:1 pada bursa transfer musim panas mendatang. Jika target tersebut tercapai, Barcelona akan memiliki fleksibilitas lebih besar untuk merekrut pemain tanpa harus melakukan manuver finansial rumit seperti beberapa musim terakhir.
Selain dari penjualan pemain, Barcelona turut mengandalkan proyek komersial berskala besar yang berbasis di Uni Emirat Arab. Proyek ini dirancang untuk membantu menyeimbangkan kondisi keuangan klub dan diperkirakan memberikan total pemasukan hingga 11 juta euro. Hingga saat ini, Barcelona dilaporkan sudah menerima sekitar 7 juta euro, dengan sisa dana dijadwalkan cair pada akhir 2026.
Perbaikan finansial ini menjadi angin segar setelah Barcelona sempat terpuruk akibat beban utang yang menumpuk. Krisis tersebut berakar dari kebijakan transfer mahal di era kepemimpinan Presiden klub sebelumnya, Josep Bartomeu, yang berdampak panjang terhadap stabilitas keuangan.
Akibat kondisi tersebut, Barcelona sempat kesulitan beraktivitas di bursa transfer, termasuk dalam mendaftarkan pemain baru. Klub bahkan pernah menerapkan pemotongan gaji bagi pemain dan staf sebagai langkah darurat untuk menekan pengeluaran.
Meski jalan pemulihan masih panjang, sinyal positif yang muncul belakangan membuat Barcelona memiliki alasan untuk lebih optimistis. Dengan keuangan yang perlahan membaik, klub berharap bisa kembali bergerak normal di bursa transfer sekaligus menjaga daya saing di level domestik maupun Eropa.