Gara-gara Disebut Sok-sokan, Pria Kendari Tega Tusuk Sepupu hingga Tewas

Genvoice.id | 03 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Peristiwa berdarah terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara setelah seorang pria bernama Edi Kolling tega menghabisi nyawa sepupunya sendiri, SM

Aksi tersebut dimulai setelah pelaku tersinggung dengan ucapan korban. Dalam kondisi dipengaruhi alkohol, Edi menusuk SM menggunakan sebilah badik hingga korban meninggal dunia.

Insiden ini terjadi di Zoom KTV Cafe Billiard, Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, pada Senin (2/2) sekitar pukul 20.45 Wita. Malam itu, SM datang ke lokasi untuk bermain biliar sekaligus menjalani aktivitas di tempatnya bekerja sebagai sekuriti.

Edi dan SM diketahui memiliki riwayat bekerja bersama di tempat biliar tersebut sebagai petugas keamanan pada 2023-2024. Namun saat ini, hanya SM yang masih aktif bekerja di sana.

Masalah bermula ketika Edi menegur SM soal kedisiplinan kerja yang dinilainya buruk karena korban jarang masuk. Teguran tersebut justru dibalas dengan candaan yang membuat Edi tersinggung.

"Korban mengatakan 'kamu sok-sokan bang' sambil tertawa. Kalimat itu memicu emosi pelaku," ujar Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau, dikutip dari detikSulsel.

Dalam kondisi emosi dan di bawah pengaruh minuman keras, Edi kemudian meninggalkan lokasi dan pulang ke rumahnya di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo. Di sana, ia mengambil sebilah badik sebelum kembali ke tempat biliar.

Setibanya di depan gedung, Edi langsung mencabut badik yang diselipkan di pinggangnya dan menikam dada kanan SM satu kali. SM sempat menangkis dan mendorong pelaku, lalu berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam gedung.

Meski terluka parah, SM sempat mengambil stik biliar dan memukul Edi. Namun, pukulan tersebut berhasil ditahan hingga stik biliar patah.

"Stik biliar patah setelah ditangkis pelaku," kata Welliwanto.

Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Abeli sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas. Namun nyawa SM tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

"Korban meninggal dunia di RS Bahteramas dan jenazah dibawa ke rumah duka," imbuhnya.

Sementara itu, Edi sempat dicegat oleh kakak kandungnya berinisial JR. Setelah itu, Edi diminta menyerahkan diri ke polisi beserta badik yang digunakan dalam penikaman.

"Pelaku dicegat kakaknya dan langsung menyerahkan diri ke Polsek Abeli bersama senjata tajam," jelas Welliwanto.

Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut untuk proses hukum lebih lanjut. Peristiwa ini menjadi pengingat betapa emosi sesaat dan pengaruh alkohol dapat berujung pada tragedi yang merenggut nyawa orang terdekat.