China Ikut Jualan Wisata Antariksa, Tiket ke Tepi Luar Angkasa Tembus Rp 7,3 Miliar

Genvoice.id | 03 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Selama ini, bisnis wisata antariksa identik dengan perusahaan-perusahaan Barat.

Namun kini, China mulai unjuk gigi. Sebuah perusahaan luar angkasa asal Negeri Tirai Bambu resmi membuka reservasi perjalanan wisata ke tepi antariksa, dengan harga tiket mencapai miliaran rupiah.

Perusahaan tersebut bernama InterstellOr. Dikutip dari detikInet, InterstellOr belum lama ini memamerkan kapsul awak eksperimental bernama CYZ1 (ChuanYueZhe 1). Kapsul ini dirancang untuk membawa wisatawan menembus batas luar angkasa dan kembali ke Bumi dengan aman, termasuk melalui uji coba pendaratan buffer yang sudah dilakukan.

CYZ1 dirancang membawa penumpang melewati Garis Karman, yakni batas imajiner di ketinggian lebih dari 100 kilometer di atas permukaan Bumi yang selama ini digunakan sebagai penanda awal luar angkasa. Meski demikian, penerbangan ini masih tergolong sub-orbital, artinya belum benar-benar mengorbit Bumi seperti misi astronot profesional.

Dalam penerbangan singkat tersebut, penumpang memang belum bisa disebut astronot. Namun, mereka tetap bisa merasakan sensasi berada di luar angkasa, termasuk melayang dalam kondisi mikrogravitasi selama beberapa menit, pengalaman yang selama ini hanya bisa dinikmati segelintir orang.

InterstellOr menargetkan penerbangan berawak pertamanya pada 2028. Meski masih beberapa tahun lagi, perusahaan ini sudah membuka pendaftaran bagi calon wisatawan antariksa. Jadwal penerbangan sendiri masih bisa berubah, tergantung proses pengembangan teknologi, rangkaian uji coba, hingga sertifikasi.

Menariknya, InterstellOr mengklaim sudah mengantongi calon penumpang dari kalangan selebriti. Salah satunya adalah aktor ternama China, Johnny Huang Jingyu, yang disebut akan terbang sebagai penumpang nomor 009, seperti dikutip dari Space.com, Senin (2/2/2026).

Soal harga, wisata ke tepi luar angkasa ini jelas bukan untuk semua orang. InterstellOr membanderol tiket mulai dari 3 juta Yuan, atau sekitar Rp 7,3 miliar per orang. Calon penumpang yang ingin mengamankan kursi diwajibkan membayar deposit sebesar 10 persen dari harga tiket.

InterstellOr sendiri didirikan pada Januari 2023 dan berbasis di Beijing. Perusahaan ini diperkuat tim teknis inti yang berpengalaman dalam program penerbangan luar angkasa berawak, yang sebelumnya terlibat dalam proyek-proyek pemerintah China.

Langkah InterstellOr mengikuti jejak perusahaan wisata antariksa asal Barat, terutama Blue Origin milik Jeff Bezos. Blue Origin lebih dulu menerbangkan wisatawan ke Garis Karman menggunakan roket New Shepard dalam penerbangan sub-orbital berdurasi singkat.

Tak hanya InterstellOr, China tampaknya serius masuk ke bisnis wisata luar angkasa. CAS Space, perusahaan turunan dari Chinese Academy of Sciences, juga tengah mengembangkan program serupa. Bahkan, pada Januari lalu, CAS Space sudah melakukan uji coba peluncuran tanpa awak pertamanya.

Dengan semakin banyaknya pemain baru, wisata antariksa diharapkan menjadi "fitur" baru bagi manusia, meski untuk saat ini hanya bisa dinikmati mereka yang siap untuk merogek kantong mereka.