Spanyol Tawarkan Mediasi Damai di Tengah Krisis Venezuela Usai Klaim Serangan AS

Genvoice.id | 03 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Spanyol menyatakan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam upaya penyelesaian krisis Venezuela secara damai dan berbasis kesepakatan bersama.

Sikap tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Spanyol pada Sabtu (3/1/2026), di tengah memanasnya situasi politik dan keamanan di negara Amerika Selatan itu.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Spanyol menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat agar menurunkan eskalasi, menahan diri, serta tetap menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Madrid menegaskan pentingnya pendekatan diplomatik untuk mencegah krisis berkembang menjadi konflik terbuka.

"Spanyol siap menawarkan jasa baiknya untuk membantu penyelesaian damai dan konsensual atas krisis yang sedang berlangsung," demikian pernyataan kementerian tersebut.

Pemerintah Spanyol juga menyatakan terus memantau perkembangan situasi di Venezuela secara intensif bersama para mitra Uni Eropa dan negara-negara di kawasan. Selain itu, koordinasi dengan kedutaan besar dan konsulat Spanyol di Caracas diperkuat, termasuk aktivasi unit tanggap darurat konsuler untuk memastikan keselamatan warga negara Spanyol.

Pernyataan Spanyol muncul di tengah laporan situasi genting di Caracas. Pada Sabtu dini hari, sejumlah ledakan keras terdengar di ibu kota Venezuela, memicu kepanikan warga. Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal dan suara sirene serangan udara di beberapa titik kota.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, melalui akun Truth Social miliknya, mengklaim bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro. Klaim tersebut hingga kini masih memicu reaksi internasional dan belum sepenuhnya terkonfirmasi secara independen.

Di tengah ketidakpastian dan eskalasi situasi, sikap Spanyol yang mendorong jalur diplomasi menambah daftar negara yang menyerukan penyelesaian damai, sekaligus menegaskan kekhawatiran komunitas internasional terhadap stabilitas Venezuela dan kawasan sekitarnya.