Pernyataan "Mencekam Hanya di Medsos" Berujung Klarifikasi, Kepala BNPB Minta Maaf di Batang Toru
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernyataan Kepala BNPB Suharyanto soal kondisi bencana di Sumatera yang sempat dianggap "mencekam hanya di medsos" akhirnya berbalik arah setelah ia turun langsung ke Batang Toru.
Apa yang sebelumnya terdengar seperti penyepelean dampak bencana, justru berubah menjadi momen klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan. Di lapangan, skala kerusakan ternyata jauh dari yang ia bayangkan.
Suharyanto mengakui bahwa pernyataannya lahir dari ketidaktahuan terhadap kondisi riil, bukan bentuk ketidakpedulian BNPB. Namun penjelasan itu tak otomatis meredam kegelisahan publik. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana ucapan semacam itu bisa keluar, mengingat laporan bencana biasanya mengalir ke BNPB sejak dini. Di tengah suasana berkabung, bagi publik, empati seharusnya hadir tanpa menunggu verifikasi angka.
Saat meninjau lokasi banjir bandang, Suharyanto kembali menegaskan bahwa BNPB tetap hadir dan akan mendampingi warga terdampak di Tapanuli Selatan dan wilayah lain. Meski begitu, kejadian ini menjadi pengingat bahwa setiap kalimat pejabat publik memiliki resonansi kuat, apalagi ketika masyarakat sedang berjuang memulihkan hidupnya yang porak-poranda.
Bencana bukan sekadar data, grafik, dan laporan. Bagi warga yang rumahnya terseret arus, ini soal kehilangan dan ketakutan. Di titik itulah publik berharap empati muncul pertama kali-bukan baru setelah klarifikasi.