Jadwal Pertandingan Cabang Sepakbola Putra di SEA Games 2025, Indonesia Hadapi Grup Neraka

Genvoice.id | 02 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.COM - Gelora SEA Games 2025 kian memanas menjelang kick off cabang sepakbola putra yang berlangsung pada 3-18 Desember 2025.

Namun sebelum peluit pertama berbunyi, ajang ini sudah diwarnai drama besar, Kamboja mengumumkan mundur, menyebabkan komposisi grup dan jadwal pertandingan berubah total.

Keputusan mendadak tersebut langsung mengguncang peta persaingan, termasuk peluang Timnas Indonesia yang berada di Grup C.

Awalnya, cabang sepakbola putra dijadwalkan diikuti 10 tim. Namun keluarnya Kamboja membuat peserta tersisa menjadi 9 negara.

Dampaknya cukup signifikan, terutama pada struktur Grup A yang semula berisikan Thailand, Timor Leste, dan Kamboja. Dengan mundurnya Kamboja, Grup A hanya menyisakan dua negara.

Untuk menjaga keseimbangan jumlah peserta, Singapura yang awalnya berada di Grup C akhirnya dipindahkan ke Grup A.

Pembagian Grup Terbaru SEA Games 2025 - Sepakbola Putra

Grup A

Thailand

Timor Leste

Singapura

Grup B

Vietnam

Malaysia

Laos

Grup C

Indonesia

Myanmar

Filipina

Perubahan yang terjadi tidak hanya soal perpindahan negara, tetapi juga menyentuh jadwal pertandingan, terutama di Grup A dan Grup C.

Timnas Indonesia, yang sebelumnya memiliki jadwal relatif stabil, kini harus menyesuaikan ritme untuk menghadapi lawan yang waktu bertandingnya ikut bergeser.

Jadwal Resmi Pertandingan Sepakbola Putra SEA Games 2025

Grup A

3 Desember 2025

Timor Leste vs Thailand

6 Desember 2025

Singapura vs Timor Leste

11 Desember 2025

Thailand vs Singapura

Grup B

3 Desember 2025

Laos vs Vietnam

6 Desember 2025

Malaysia vs Laos

11 Desember 2025

Vietnam vs Malaysia

Grup C

5 Desember 2025

Myanmar vs Filipina

8 Desember 2025

Filipina vs Indonesia

12 Desember 2025

Indonesia vs Myanmar

Setelah seluruh laga fase grup rampung, persaingan berlanjut ke babak semifinal yang digelar pada 15 Desember 2025.

Dua hari kemudian, tepatnya 18 Desember 2025, pertandingan perebutan medali, baik perunggu maupun emas akan menjadi penentu siapa yang layak menyandang gelar terbaik Asia Tenggara.

Indonesia kini berada di posisi krusial, namun peluang untuk melaju jauh tetap terbuka lebar.