Deco Ungkap Alasan Marcus Rashford Sulit Bersinal di Manchester United, Ternyata Tanggung Jawabnya Kebesaran!

Genvoice.id | 02 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kabar perpindahan Marcus Rashford dari Manchester United ke Barcelona sempat memicu banyak keraguan. Namun, penyerang asal Inggris ini kini menjadi sorotan karena berhasil menemukan kembali performa terbaiknya di bawah sinar matahari Catalan. Ia sukses mencetak enam gol dan sembilan assist hanya dari 18 penampilan sejauh musim ini, jauh berbeda saat ia meredup di Old Trafford.

Menjelang keputusan final mengenai transfer permanennya ke Barcelona, Direktur Olahraga klub tersebut, Deco, akhirnya angkat bicara mengenai alasan di balik penurunan drastis performa Rashford saat ia masih berseragam Manchester United.

Deco menilai akar permasalahan utama Rashford adalah: memikul tanggung jawab terlalu besar di usia yang terlalu muda di klub sebesar MU.

Tekanan Gila di Usia Dini

Rashford memang tampil gemilang pada musim 2022-23 dengan torehan 30 gol di semua kompetisi, sebuah pencapaian yang fantastis. Namun, performanya anjlok drastis pada musim berikutnya (hanya delapan gol di 2023-24), dan ia hanya mencetak tujuh gol pada paruh pertama 2024-25 sebelum akhirnya dipinjamkan ke Aston Villa, dan kemudian bergabung dengan Barcelona.

Berbicara kepada media, Deco menilai tekanan besar di MU selama masa transisi klub itulah yang menjadi penyebab utama Rashford kesulitan bersinar.

"Dia bahagia bersama kami. Marcus pemain fantastis. Ia menghadapi tanggung jawab sebagai pemain penting di Man United, klub sebesar MU, sama seperti kami, di usia yang sangat muda," ujar Deco.

Deco menambahkan bahwa Rashford juga sempat kesulitan dengan proses pergantian generasi yang terjadi di United.

"Jika Anda melihat lima tahun terakhir, mereka menjalani masa sulit untuk membangun ulang tim. Ia berada di sana, memikul ekspektasi besar. Tidak mudah bagi pemain yang dituntut banyak," tegasnya.

Transfer Permanen Hampir Pasti Terwujud

Barcelona memiliki opsi untuk merekrut Rashford secara permanen pada musim panas mendatang dengan biaya sekitar 26 juta pound (sekitar Rp516 miliar). Melihat kontribusi positifnya, laporan internal klub mengindikasikan bahwa opsi ini hampir pasti akan diaktifkan.

Deco mengungkapkan bahwa Barcelona memang mencari pemain serbaguna yang bisa bermain di tiga posisi lini depan, dan Rashford adalah jawaban yang tepat.

"Kami mencari pemain seperti dia, yang bisa bermain di seluruh posisi depan. Kami bisa merekrut Marcus karena keinginannya yang kuat bermain untuk Barcelona. Ia menunggu lama, ia tahu kami berjuang dengan aturan finansial. Ia sabar, dan kami senang memilikinya."

Awalnya, keraguan sempat muncul saat Rashford tiba di Catalunya, terutama terkait kecocokannya dengan gaya bermain Barcelona yang khas. Namun, data performanya membungkam semua keraguan itu:

  • La Liga: 13 laga, 2 gol, 7 assist.

  • Liga Champions: 5 laga, 4 gol, 2 assist.

Melihat kontribusinya, terutama di posisi penyerang kiri murni yang memang kekurangan di Barcelona, dan kecocokannya dalam sistem tim, akan sangat mengejutkan jika Barcelona tidak mempermanenkan Rashford pada tahun 2026.


Gen, menurut kalian, apakah keputusan pindah ke luar Inggris adalah kunci bagi pemain seperti Rashford untuk menemukan kembali performa terbaiknya?