CEO McLaren Salahkan Tim Atas Kegagalan di F1 GP Qatar

Genvoice.id | 02 Dec 2025

JAKARTA, Genvoice.id - CEO McLaren, Zak Brown, menyalahkan timnya sendiri atas kegagalan meraih kemenangan di Formula 1 GP Qatar 2025. Keputusan strategi yang keliru saat periode safety car pada awal balapan membuat McLaren kehilangan posisi penting, meskipun Oscar Piastri dan Lando Norris memulai dari barisan terdepan.

Brown menegaskan bahwa performa kedua pembalap sudah maksimal, namun tim gagal mendukung mereka dengan keputusan yang tepat.

"Kami jelas membuat keputusan yang salah," ujar Zak Brown setelah balapan.

Ia juga menegaskan bahwa kesalahan terjadi di pit wall, bukan di trek. Pernyataan itu juga ditegaskan Kepala Tim McLaren, Andrea Stella, yang menyebut bahwa tim "mengecewakan pembalap" pada momen krusial tersebut.

Balapan di Lusail berubah cepat ketika safety car masuk pada lap ketujuh. Hampir seluruh tim langsung memanggil pembalap ke pit untuk mengganti ban. McLaren justru memilih mempertahankan Piastri dan Norris tetap berada di lintasan. Keputusan itu membuat keduanya harus melakukan pit stop dalam kondisi green flag setelah safety car keluar, sehingga kehilangan waktu signifikan.

Hasil akhirnya adalah Piastri turun dari posisi terdepan dan hanya mampu finis kedua, sementara Norris tercecer ke posisi keempat. Kemenangan akhirnya diraih Max Verstappen, yang melakukan pit pada momen yang jauh lebih menguntungkan.

Kegagalan strategi ini membuat peluang McLaren dalam perebutan gelar pembalap dan konstruktor semakin tertekan menjelang seri penutup musim di Abu Dhabi. Kedua pembalap kini harus mengejar ketertinggalan dari rival mereka, sementara Verstappen mendapatkan keuntungan besar dari kemenangan di Qatar.

Brown mengatakan tim harus segera memperbaiki diri.

"Kami tidak boleh mengulang kesalahan ini di Abu Dhabi. Masih ada peluang, tapi kami harus tampil sempurna," ujarnya.

McLaren berencana melakukan evaluasi penuh terhadap proses pengambilan keputusan strategis. Stella memastikan bahwa tim sudah mengidentifikasi penyebab utama kesalahan dan akan memperketat koordinasi antara analis data, strategi, dan pit wall.

Meski kegagalan di Qatar merupakan pukulan berat, McLaren menegaskan tetap percaya diri menghadapi seri terakhir musim ini. Brown menyebut bahwa performa mobil menunjukkan potensi besar, dan tugas mereka tinggal memastikan keputusan di pit wall tidak kembali merusak peluang tim.

Dengan tekanan besar dalam perebutan gelar, GP Abu Dhabi akan menjadi penentu apakah McLaren mampu bangkit dari kesalahan strategis di Qatar atau justru kehilangan peluang terakhir mereka musim ini.