5 Penemu yang Berpengaruh untuk Kehidupan Modern: Ada Insinyur Asal Bali

Genvoice.id | 02 Nov 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Berbagai teknologi yang digunakan dalam kehidupan modern lahir dari gagasan dan penelitian para penemu dari berbagai negara. Mulai dari internet, komunikasi nirkabel, material pelindung, hingga teknik pembangunan jalan layang, inovasi mereka membantu mengubah cara manusia bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Sejumlah penemu bahkan memiliki latar belakang yang tidak biasa. Ada aktris Hollywood yang turut mengembangkan teknologi komunikasi, ilmuwan yang membantu meningkatkan produksi pangan dunia, hingga insinyur asal Bali yang menciptakan metode konstruksi untuk mengurangi gangguan lalu lintas selama pembangunan jalan layang.

Berikut lima penemu yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan modern.

1. Hedy Lamarr, Aktris yang Berkontribusi pada Teknologi Komunikasi Nirkabel

Hedy Lamarr - 'wanita cantik' tahun 1940-an yang membantu menciptakan wifi  | Hedy Lamarr | The Guardian

Hedy Lamarr dikenal sebagai aktris Hollywood pada era 1930-an hingga 1940-an. Namun, di luar dunia perfilman, ia juga memiliki kontribusi dalam pengembangan teknologi komunikasi.

Bersama komposer George Antheil, Lamarr mengembangkan sistem komunikasi frequency hopping pada 1942. Teknologi ini dirancang untuk membantu mengamankan komunikasi radio dengan memindahkan frekuensi sinyal agar lebih sulit diganggu atau dicegat.

Gagasan tersebut menjadi salah satu bagian dari sejarah perkembangan komunikasi nirkabel. Prinsip penyebaran dan perpindahan frekuensi kemudian berkembang dalam berbagai sistem komunikasi modern, meskipun Wi-Fi dan Bluetooth juga dibangun melalui pengembangan teknologi lain.

Kisah Lamarr memperlihatkan bahwa kontribusi terhadap ilmu pengetahuan tidak selalu datang dari orang yang berkarier sebagai ilmuwan atau insinyur.

2. Tim Berners-Lee, Penemu World Wide Web

Tim Berners-Lee | Biography, Education, Internet, Contributions, & Facts |  Britannica

Internet telah mengubah cara manusia berkomunikasi, bekerja, belajar, dan memperoleh informasi. Salah satu tokoh penting di balik perkembangan dunia digital adalah Tim Berners-Lee, ilmuwan komputer asal Inggris yang menciptakan World Wide Web (WWW).

Pada 1989, Berners-Lee mengusulkan sistem berbagi informasi berbasis jaringan ketika bekerja di CERN, organisasi penelitian fisika partikel di Eropa. Ia kemudian mengembangkan teknologi utama yang memungkinkan halaman-halaman informasi saling terhubung melalui tautan.

World Wide Web mulai tersedia untuk publik pada awal 1990-an dan berkembang menjadi fondasi berbagai layanan digital. Website berita, toko online, platform pendidikan, hingga layanan pemerintahan berbasis internet memanfaatkan konsep tersebut.

Meski kerap dianggap sama, internet dan World Wide Web sebenarnya berbeda. Internet merupakan jaringan yang menghubungkan berbagai perangkat, sedangkan World Wide Web adalah salah satu layanan yang berjalan di atas jaringan tersebut.

3. Stephanie Kwolek, Penemu Material Kevlar

TIME for Kids | This is Stephanie: Read the Story of Stephanie Kwolek | G5-6

Di bidang kimia, Stephanie Kwolek dikenal sebagai penemu Kevlar, serat sintetis berkekuatan tinggi yang dikembangkan ketika ia bekerja di perusahaan kimia DuPont pada 1960-an.

Kwolek menemukan material tersebut pada 1965 ketika melakukan penelitian untuk menghasilkan serat yang kuat dan ringan. Hasil penelitiannya kemudian dikembangkan menjadi Kevlar, material yang memiliki ketahanan tinggi terhadap tarikan dan banyak dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan industri.

Saat ini, Kevlar digunakan dalam sejumlah produk, seperti rompi antipeluru, helm keselamatan, ban, kabel, serta perlengkapan olahraga tertentu.

Penemuan Kwolek menunjukkan bagaimana penelitian material dapat memberikan dampak langsung terhadap keselamatan manusia. Material yang dikembangkannya membantu menghasilkan perlengkapan pelindung dengan karakteristik yang sulit dicapai menggunakan sejumlah bahan konvensional.

4. Norman Borlaug, Ilmuwan yang Membantu Meningkatkan Produksi Pangan

Norman Borlaug dipuji karena

Norman Borlaug merupakan ahli agronomi asal Amerika Serikat yang berperan penting dalam pengembangan varietas gandum berproduktivitas tinggi. Penelitiannya menjadi salah satu pendorong Revolusi Hijau, gerakan peningkatan produksi pertanian yang berkembang pada pertengahan abad ke-20.

Borlaug mengembangkan varietas gandum yang mampu menghasilkan panen lebih tinggi dan memiliki ketahanan lebih baik terhadap penyakit tertentu. Inovasi tersebut, yang didukung perbaikan teknik budidaya dan pengelolaan pertanian, membantu meningkatkan produksi pangan di sejumlah negara.

Kontribusinya terutama terlihat di negara-negara yang menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduknya. Peningkatan produktivitas pertanian membantu memperluas ketersediaan bahan pangan, meskipun keberhasilannya juga bergantung pada kondisi lingkungan, kebijakan pertanian, dan akses petani terhadap teknologi.

Atas kontribusinya terhadap upaya mengatasi kelaparan dunia, Borlaug menerima Nobel Perdamaian pada 1970.

Kisah Borlaug memperlihatkan bahwa inovasi yang berpengaruh terhadap kehidupan modern tidak selalu berbentuk perangkat elektronik atau mesin. Pengembangan tanaman pangan juga dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat.

5. Tjokorda Raka Sukawati, Insinyur Asal Bali di Balik Teknik Sosrobahu

Dr. Ir. Tjokorda Raka Sukawati : Insinyur Penemu Konstruksi Sosrobahu dari  Pulau Dewata - Harian Rakyat Bali

Indonesia juga memiliki tokoh yang menghasilkan inovasi teknik dengan pengaruh di bidang konstruksi. Salah satunya adalah Tjokorda Raka Sukawati, insinyur asal Bali yang dikenal sebagai pencipta teknik Sosrobahu.

Teknik Sosrobahu dikembangkan pada 1980-an untuk membantu pembangunan jalan layang, khususnya di kawasan perkotaan yang memiliki lalu lintas padat. Metode ini memungkinkan bagian beton penyangga jalan layang diputar hingga 90 derajat setelah proses pengecoran dilakukan dalam posisi tertentu.

Melalui teknik tersebut, bagian konstruksi dapat dibuat terlebih dahulu di luar posisi akhirnya, kemudian diputar ke tempat yang sesuai. Cara ini membantu mengurangi kebutuhan penggunaan ruang di bawah jalan layang selama proses pembangunan sehingga gangguan terhadap lalu lintas dapat diminimalkan.

Sosrobahu diterapkan dalam pembangunan jalan layang di Jakarta dan kemudian digunakan dalam sejumlah proyek di luar negeri. Inovasi ini menjadi salah satu contoh kontribusi insinyur Indonesia dalam pengembangan metode konstruksi.

Penemuan Tjokorda Raka Sukawati juga menunjukkan bahwa inovasi yang berdampak luas dapat berangkat dari persoalan praktis di lingkungan sekitar. Dalam kasus Sosrobahu, tantangan pembangunan infrastruktur di tengah kepadatan lalu lintas mendorong lahirnya metode konstruksi yang lebih efisien.

Kelima tokoh tersebut memperlihatkan beragam cara inovasi memengaruhi kehidupan modern. Mulai dari komunikasi dan akses informasi hingga keselamatan, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur, penemuan mereka membantu menjawab kebutuhan manusia di berbagai bidang.