Konten Vilmei Cari Kerja Dikritik Warganet, Disebut Tak Empati hingga Akhirnya Minta Maaf
JAKARTA, GENVOICE.ID - Content creator Vilmei mendapat kritik setelah membuat series konten mengenai pengalamannya mencari pekerjaan. Konten tersebut mencakup aktivitas mencari kos hingga mencoba melamar ke sejumlah tempat dan telah ditonton jutaan kali di media sosial.
Salah satu bagian yang ramai dibicarakan adalah ketika Vilmei mencoba melamar kerja di sebuah warung gudeg. Dalam video tersebut, ia menyebut angka Rp13 juta ketika ditanya mengenai ekspektasi gaji, sementara pemilik usaha mengatakan kemampuan pemberian gaji berada di kisaran Rp2,5 juta.
Konten Cari Kerja Vilmei Tuai Kritik
Potongan video Vilmei saat mencoba mencari pekerjaan kemudian tersebar di media sosial, terutama platform X. Sejumlah warganet menilai konten tersebut kurang tepat karena dibuat ketika banyak masyarakat masih menghadapi kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.
Salah satu pengguna X dengan akun @dumbtrvck menyampaikan kritik terhadap Vilmei. Unggahannya bahkan telah ditonton lebih dari 2,1 juta kali ketika pemberitaan tersebut dibuat dan mendapatkan lebih dari 16.000 tanda suka.
"Dear vilmei, disaat banyaknya orang yang susah banget nyari kerja, lu malah main beginian, nirempati," tulis akun @dumbtrvck.
Kritik serupa disampaikan pengguna lain yang menilai mencari pekerjaan bukan sesuatu yang semestinya dijadikan sekadar konten hiburan. Ia mengingatkan bahwa sebagian pencari kerja harus mengirim banyak lamaran dan menghadapi proses panjang sebelum mendapatkan pekerjaan.
"Agak kurang elok sih ya liat konten ngelamar kerja dijadiin buat seru-seruan doang. Vilmei mungkin lu ngga bakal ngerasain susahnya nyari kerja, tapi hrsnya lu tau sekarang nyari kerja lagi susah setengah mati. Banyak yang stres kirim ratusan CV kagak tembus-tembus. Please lah, besok-besok lebih peka dikit sama realita, jangan semuanya demi views. 🙏," tulis @ruangnalars.
Komentar lain juga meminta Vilmei menghentikan konten tersebut. Ada pula warganet yang mempertanyakan alasan Vilmei tiba-tiba ingin tinggal di kos dan mencari pekerjaan setelah sebelumnya dikenal sebagai content creator.
Vilmei Sempat Ingin Resign Jadi Content Creator
Konten mencari pekerjaan tersebut bermula dari keinginan Vilmei untuk mencoba kehidupan yang berbeda. Melalui akun Instagram @vilmei, ia sebelumnya mengungkapkan rencana untuk berhenti sementara dari pekerjaannya sebagai content creator setelah mengaku kehilangan uang sekitar Rp1,2 miliar.
Dalam unggahan tersebut, Vilmei mengatakan dirinya ingin pindah ke kos atau kontrakan agar dapat belajar hidup lebih mandiri. Ia juga mengaku sudah memikirkan rencana tersebut sejak lama dan merasa waktunya sudah tepat untuk mulai mencoba.
"Yes, kalian nggak salah denger rencananya aku bakal pindah ke kosan atau ke kontrakan supaya aku bisa belajar jadi lebih mandiri," ungkap Vilmei.
Vilmei kemudian meminta saran kepada para pengikutnya mengenai pekerjaan yang mungkin cocok untuk dirinya. Ia mengatakan ingin memulai dari nol dan mengumpulkan Rp100 juta pertamanya melalui pekerjaan tersebut.
"Contohnya kasir, atau waiters, atau tukang fotokopi, emm... barista?" kata Vilmei dalam kontennya.
Series Vilmei Ditonton Jutaan Kali
Rangkaian konten yang dibuat Vilmei tidak hanya memperlihatkan proses mencari pekerjaan. Ia juga membuat konten mengenai pencarian tempat tinggal dengan harga sewa yang berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp3 juta per bulan.
Video-video tersebut kemudian mendapatkan jumlah penonton yang cukup besar di TikTok. Namun, bagian ketika Vilmei mencoba melamar kerja justru menjadi bahan perdebatan setelah potongannya beredar kembali di media sosial.
Sejumlah warganet menilai terdapat perbedaan pengalaman antara Vilmei sebagai content creator dengan masyarakat yang memang sedang membutuhkan pekerjaan. Kritik tersebut terutama diarahkan pada cara pengalaman mencari kerja dikemas sebagai sebuah series untuk konsumsi media sosial.
Di tengah ramainya perdebatan, video Vilmei saat melamar kerja ke sejumlah tempat terpantau sudah tidak tersedia di akun aslinya. Meski demikian, potongan video tersebut telah tersebar di berbagai platform dan tetap menjadi bahan pembicaraan warganet.
Vilmei Akhirnya Minta Maaf
Setelah mendapatkan berbagai kritik, Vilmei kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui Instagram Story. Ia mengatakan memahami bahwa mencari pekerjaan bukanlah perkara mudah bagi banyak orang.
"Terima kasih untuk semua yang sudah menyampaikan kritik dan masukan. Aku menerima dan menjadikannya pembelajaraan untuk memperbaiki sikap serta lebih bijak ke depannya. Kepada semua pihak yang terdampak, aku meminta maaf. Terima kasih sudah mengingatkan aku🙏," tulis Vilmei.
Vilmei juga mengakui bahwa di balik proses mencari pekerjaan terdapat usaha, harapan, dan perjuangan yang perlu dihargai. Ia menyatakan kritik yang diterimanya menjadi bahan pembelajaran agar lebih berhati-hati dalam membuat konten ke depannya.
Konten pencarian kerja Vilmei pun akhirnya tidak hanya menjadi cerita mengenai upayanya mencoba pekerjaan dari nol. Perdebatan di media sosial membuat konten tersebut berkembang menjadi pembahasan mengenai cara kreator mengemas pengalaman pribadi ketika topiknya berkaitan dengan persoalan yang sedang dihadapi banyak masyarakat.