Masalah Gaji, Bernardo Tavares Mundur dari Kursi Pelatih PSM

Genvoice.id | 02 Oct 2025

JAKARTA, Genvoice.id - Pelatih kepala PSM Makassar, Bernardo Tavares mengumumkan pengunduran dirinya dari klub yang telah dilatihnya sejak 2022. Alasan yang dikemukakan Tavares cukup keras dan serius, dikarenakan tunggakan gaji yang sudah terjadi dalam kurun waktu panjang dan dianggap tak dapat lagi ditoleransi.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tavares menyatakan bahwa selama 3,5 tahun ia menangani PSM, ia sering mengalami keterlambatan pembayaran gaji. Pada titik tertentu, beban itu dianggap telah melewati batas.

"Dengan penuh kesedihan, saya mengumumkan pengunduran diri dari PSM Makassar. Alasannya adalah keterlambatan pembayaran gaji, situasi yang saya hadapi selama 3,5 tahun kini tak dapat dipertahankan lagi," ungkap Tavares.

Dia juga menyebut bahwa manajemen pernah meyakinkan bahwa musim 2025/2026 akan membawa stabilitas keuangan dan proyek jangka panjang, tetapi kenyataannya tidak sesuai harapan. Bahkan, ia menolak tawaran dari klub lain demi tetap bertahan di PSM, meskipun kondisi finansial klub tidak membaik.

Mundur pada masa jeda kompetisi FIFA menjadi strategi Tavares agar klub memiliki waktu mencari penggantinya sebelum lanjutan pertandingan. Ia menyebut bahwa dengan mundur sekarang, manajemen punya waktu lebih untuk merancang pelatih baru sebelum laga penting tanggal 19 Oktober.

Selama memimpin PSM, Tavares mencetak sejumlah prestasi penting. Tavares berhasil membawa PSM juara Liga 1 pada 2022/2023. Selain itu juga turut mengantarkan klub hingga ke fase kompetisi internasional dan ajang regional.

Sampai saat artikel ini dibuat, manajemen PSM Makassar belum memberikan tanggapan resmi yang memadai mengenai pengunduran diri Tavares maupun langkah penggantinya.

Kepergian Tavares menyeruak sebagai tamparan bagi profesionalisme klub. Jika masalah keuangan dan ketidakpastian gaji tidak ditangani segera, reputasi PSM dalam dunia sepak bola nasional bisa terganggu, terutama dalam menarik pelatih dan pemain berkualitas ke depannya.

Di sisi lain, keputusan mundur ini memunculkan pertanyaan: siapa yang akan mengambil kendali di bangku pelatih? Dan apakah klub mampu stabil secara finansial sebelum kompetisi bergulir kembali?