Astaga! Utang dan Barang Dijual Tanpa Izin Bikin Rekan Bisnis Gelap Mata, Bos Gas Melon di Jakbar Tewas Ditusuk

Genvoice.id | 02 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah insiden tragis menimpa Kakek SB (65), bos agen LPG 3 kilogram atau gas melon di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Korban tewas ditusuk oleh rekannya sendiri, EH (50), pada Selasa (30/9/2025).

Peristiwa berdarah ini diduga dipicu oleh emosi pelaku yang memuncak lantaran korban menjual barang miliknya tanpa izin dan juga memiliki utang piutang dengannya.

Menurut Kompol Nur Aqsha Ferdianto, Kapolsek Kebon Jeruk, korban sempat dilarikan ke rumah sakit setelah ditikam sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hingga empat jam, nyawa Kakek SB tidak tertolong. Jenazah korban kini sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi.

Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Ganda, membeberkan bahwa pelaku dan korban memang saling kenal, tapi sedang terlibat masalah serius.

Masalah utama yang bikin EH naik pitam adalah saat korban, Kakek SB, diduga menjual barang milik EH tanpa sepengetahuannya. Belum lagi, Kakek SB juga terlilit utang piutang dengan EH.

" Iya, pelaku dan korban ini saling kenal. Jadi, memang ada masalah. Barang punya si pelaku ini ada yang dijual (oleh korban) tanpa sepengetahuan si pelaku ini. Pelaku ini jadinya kesal," jelas AKP Ganda. Barang yang diduga dijual korban salah satunya berupa tangki.

Polisi masih terus menyelidiki kasus penusukan ini, termasuk memastikan detail utang piutang antara korban dan pelaku. Sungguh tragis, Gen, bahwa masalah bisnis dan utang piutang bisa berujung pada tindakan kriminal yang menghilangkan nyawa. Kejadian ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya menyelesaikan konflik secara damai.

Kasus penusukan bos agen gas melon di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang menewaskan Kakek SB, menjadi pengingat tragis tentang bahaya konflik bisnis dan utang piutang.

Motif utama yang melibatkan utang dan tindakan menjual barang tanpa izin membuat rekan bisnis korban, EH, gelap mata. Pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus ini untuk mengungkap detail utang piutang antara pelaku dan korban. Publik berharap kasus penusukan maut ini segera tuntas dan diproses sesuai hukum yang berlaku.