Ge Pamungkas Ungkap Peran Dokter Forensik di Film "Autopsy: Dead Body Can Talk"
JAKARTA, GENVOICE.ID - Aktor Ge Pamungkas mendapat sudut pandang baru mengenai pekerjaan dokter forensik setelah terlibat dalam film "Autopsy: Dead Body Can Talk". Menurut Ge, film tersebut memperlihatkan sisi pekerjaan dokter forensik yang selama ini jarang diketahui atau diangkat dalam cerita film.
Ge mengaku sebelumnya tidak banyak mengetahui bagaimana dokter forensik bekerja maupun kontribusi mereka dalam membantu mengungkap sebuah kasus. Ia pun menilai profesi tersebut layak disebut sebagai pahlawan yang bekerja di balik layar.
"Mereka itu adalah unsung heroes. Mereka adalah pahlawan yang tidak dinyanyikan. Mereka adalah orang yang bekerja di balik layar," ujar Ge Pamungkas saat ditemui setelah gala premiere "Autopsy: Dead Body Can Talk" di Jakarta, Selasa.
Menurut Ge, masyarakat selama ini lebih sering melihat sosok detektif sebagai tokoh utama dalam pengungkapan kasus pembunuhan. Padahal, proses penyelidikan juga melibatkan kerja panjang dari dokter kepolisian dan tim forensik untuk menemukan bukti yang dapat mengarah kepada pelaku.
"Orang-orang tahu kalau misalkan ketika terjadi sebuah pembunuhan itu adalah kerja keras seorang detektif, ya tapi nggak pernah ada yang bilang itu adalah ada kerja kerasnya dokter polisi atau ada kerja keras tim forensik di situ," tuturnya.
Dalam "Autopsy: Dead Body Can Talk", Ge berperan sebagai Mojo, anggota tim forensik kepolisian. Saat pertama kali menerima sinopsis film tersebut, ia sempat mempertanyakan alur investigasi yang menurutnya berlangsung cukup singkat jika dibandingkan dengan kebanyakan film horor atau thriller.
Ge terbiasa melihat cerita investigasi yang membutuhkan waktu panjang sebelum pelaku akhirnya terungkap. Namun, alur dalam film ini justru terasa lebih cepat sehingga membuatnya sempat mempertanyakan apakah proses penangkapan pelaku memang dibuat sesingkat itu.
"Film thriller gitu pasti penjahat itu ketangkepnya tuh susah banget. Ada sesuatu gimana investigasi panjang, tapi ini kok pendek-pendek investigasinya. Kemudian aku tanyakan, 'ini emang filmnya ketangkepnya segini aja?'. Dan abis itu dibilang, 'oh iya emang soalnya emang cerita nyatanya begitu'," kata Ge.
Setelah mengetahui bahwa cerita tersebut terinspirasi dari kejadian nyata, Ge semakin memahami pendekatan yang digunakan dalam film. Ia menyebut berbagai proses yang ditampilkan dalam naskah merujuk pada pengalaman nyata dokter forensik dalam membantu menemukan pelaku.
"Jadi semua yang di sini, di script ini emang cerita nyata. Cerita nyata bagaimana dokter forensik itu menemukan pelakunya dengan cara-cara yang tidak bisa dijelaskan secara nalar kaya gitu," lanjutnya.
"Autopsy: Dead Body Can Talk" disutradarai Ozan Ruz dan terinspirasi dari perjalanan Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti, dokter forensik Polri yang dikenal melalui kiprahnya dalam dunia penyidikan ilmiah.
Film ini mengikuti kisah Hastry yang diperankan Masayu Anastasia. Sebagai seorang dokter forensik yang berpegang pada sains dan fakta, Hastry mendedikasikan hidupnya untuk membaca berbagai jejak kematian dan mengubahnya menjadi bukti yang dapat membantu mengungkap kebenaran.
Namun, pekerjaannya tidak selalu berhenti pada hal-hal yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Dalam proses memeriksa jasad, Hastry kerap menemukan firasat, empati, serta petunjuk yang sulit diterangkan hanya melalui logika.
Selain Ge Pamungkas dan Masayu Anastasia, "Autopsy: Dead Body Can Talk" juga dibintangi Samuel Rizal, Teuku Rifnu Wikana, dan Ryuka Bunga. Film tersebut dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.