Menteri ATR Nusron Wahid Minta Maaf Usai Rencana Ambil Tanah Rakyat, Ternyata Cuma Candaan?

Genvoice.id | 02 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gara-gara isu pemerintah mau ambil alih tanah "nganggur" milik rakyat, masyarakat langsung dibuat heboh dengan adanya isu ini. Gak sedikit netizen yang panik dan bertanya-tanya, "Emang beneran pemerintah mau ambil tanah kita?"

Isu ini jadi viral dan membuat Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, harus turun tangan untuk memberikan klarifikasi.

Lewat pernyataan resminya di Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2025), Nusron Wahid akhirnya minta maaf ke seluruh masyarakat Indonesia.

"Bismillahirrahmanirrahim, saya atas nama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, kepada publik, kepada netizen atas pernyataan saya beberapa waktu yang lalu yang viral dan menimbulkan polemik," katanya.

Jadi, sebenarnya apa sih maksud dari pernyataannya? Menurut Nusron, candaan tentang pengambilalihan tanah itu cuma sebagian dari penjelasannya soal kebijakan pertanahan.

Dia menegaskan, tujuannya adalah menertibkan jutaan hektare tanah dengan status Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) yang ternyata banyak yang terlantar, tidak produktif, dan tidak dimanfaatkan secara optimal.

Nusron juga mengatakan kalau ini semua sesuai dengan amanat Pasal 33 ayat 3 UUD 1945. Di pasal itu, disebutkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat.

Jadi, tanah-tanah terlantar ini rencananya bakal didayagunakan untuk program pemerintah yang strategis, seperti reforma agraria, ketahanan pangan, perumahan murah, sampai membuat sekolah rakyat atau puskesmas. Intinya, untuk kepentingan umum, Gen.

Dia juga kembali menekankan, kebijakan ini bukan untuk tanah rakyat, sawah rakyat, apalagi tanah yang sudah punya sertifikat hak milik (SHM). "Jadi ini semata-mata menyasar lahan yang statusnya HGU dan HGB yang luasnya jutaan hektare, tapi dianggurkan," terang Nusron.

Nah, ternyata bagian yang membuat heboh itu adalah saat Nusron mengakui ada bagian pernyataannya yang terucap sebagai guyon atau candaan. Setelah ditonton ulang, dia sadar kalau candaan itu tidak pantas diucapkan oleh pejabat publik karena bisa menimbulkan "persepsi yang keliru dan liar di masyarakat."

"Untuk itu, sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada publik, kepada netizen, dan kepada masyarakat Indonesia atas sabqul lisan (keceplosan lisan)," ungkapnya.

Sebagai penutup, Nusron berkomitmen akan lebih hati-hati lagi dalam memilih kata. Tujuannya, agar pesan kebijakan pemerintah tersampaikan dengan jelas dan tidak membuat salah paham lagi. Bagaimana tanggapan Gen tentang sikap Nusron Wahid ini?