Indonesia Pulang dengan Satu Perunggu di Kejuaraan Dunia BWF 2025, China Panen Medali

Genvoice.id | 02 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kejuaraan Dunia BWF 2025 yang digelar di adidas arena, Paris, resmi berakhir pada Minggu (31/8). Ajang bergengsi ini kembali menjadi panggung dominasi China, sementara Indonesia harus puas hanya membawa pulang satu medali perunggu lewat Putri Kusuma Wardani.

Mengutip dari Detik, Selasa (2/9), China tampil sebagai negara tersukses dengan enam medali, dua di antaranya emas. Shi Yu Qi mempersembahkan gelar juara dunia di tunggal putra setelah mengalahkan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand. Tambahan emas datang dari sektor ganda putri melalui Liu Sheng Shu/Tan Ning, yang menumbangkan wakil Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

Meski kalah di final, Pearly/Thinaah tetap mencatat sejarah. Mereka menjadi pasangan ganda putri pertama asal Malaysia yang berhasil meraih medali di level Kejuaraan Dunia. Tak hanya itu, Malaysia juga mengejutkan publik lewat Chen Tang Jie/Toh Ee Wei yang merebut emas di nomor ganda campuran-gelar pertama negeri jiran di sektor ini.

Jepang pun tak mau kalah. Akane Yamaguchi sukses merebut gelar juara dunia tunggal putri setelah menaklukkan Chen Yu Fei dari China. Jepang menambah koleksi dua perunggu dari sektor ganda putri lewat Rin Iwanaga/Kie Nakanishi dan Nami Matsuyama/Chiharu Shida.

Dari Korea Selatan, nama Seo Seung Jae kembali bersinar. Ia mempertahankan gelar juara dunia ganda putra, kali ini berpasangan dengan Kim Won Ho. Sebaliknya, rekan senegaranya An Se Young gagal mempertahankan mahkota di tunggal putri setelah tersingkir di semifinal dan hanya meraih perunggu.

Sejarah juga tercipta untuk Kanada. Victor Lai sukses menyabet perunggu di tunggal putra, menjadi medali pertama negeri itu sepanjang sejarah Kejuaraan Dunia BWF.

Sayangnya, hasil berbeda diraih Indonesia. Harapan besar PP PBSI untuk membawa pulang setidaknya satu emas pupus setelah Putri Kusuma Wardani hanya mampu meraih perunggu di tunggal putri. Target dari lima sektor yang diincar tak tercapai, membuat hasil tahun ini menjadi evaluasi serius bagi tim Merah Putih.

Dengan hasil ini, China kembali menegaskan dominasinya, Malaysia mencatat sejarah baru, dan Kanada meraih momen bersejarah. Sementara Indonesia harus segera membenahi strategi jika ingin bangkit di ajang besar berikutnya, termasuk Olimpiade 2028.