Heboh Isu Phishing Gmail, Berikut Penjelasannya Agar Tidak Terkecoh!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Google akhirnya buka suara soal kabar yang menyebut layanan Gmail tengah mengalami ancaman keamanan serius. Dalam klarifikasi resminya, raksasa teknologi asal AS itu membantah tegas laporan yang menyatakan adanya peringatan darurat kepada seluruh pengguna Gmail akibat serangan phishing.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan yang beredar dalam beberapa hari terakhir, termasuk dari Forbes, yang menyebutkan bahwa Google memperingatkan 2,5 miliar pengguna Gmail karena ancaman besar terkait keamanan data.
Dikutip dari laporan Endgadget, Google mengatakan bahwa informasi yang beredar tersebut sama sekali tidak akurat.
"Kami ingin meyakinkan pengguna kami bahwa perlindungan Gmail kuat dan efektif," tulis Google dalam pernyataan resminya.
"Beberapa klaim yang beredar baru-baru ini secara keliru menyatakan bahwa kami telah mengeluarkan peringatan luas tentang masalah keamanan Gmail yang besar. Itu sepenuhnya salah."
Google menegaskan bahwa tidak ada peringatan darurat yang ditujukan untuk semua pengguna Gmail, dan bahwa laporan yang dimaksud telah mengaburkan konteks sebenarnya dari insiden keamanan yang terjadi sebelumnya.
Laporan yang disalahartikan tersebut tampaknya berkaitan dengan insiden phishing yang melibatkan layanan Salesforce, yang memang sempat dibahas Google dalam blog resminya pada awal Juni 2025. Namun, masalah itu sudah ditangani sepenuhnya pada 8 Agustus 2025, dan pengguna yang terdampak telah mendapatkan notifikasi langsung.
Belum jelas mengapa isu ini kembali mencuat dan disalahpahami seolah-olah berdampak pada seluruh pengguna Gmail.
Meski mengakui bahwa upaya phishing merupakan ancaman yang terus berkembang, Google menekankan bahwa sistem keamanannya telah terbukti efektif, dengan kemampuan untuk memblokir mayoritas ancaman sebelum sampai ke pengguna.
"Meskipun pelaku phishing terus mencari cara untuk menyusup ke kotak masuk, perlindungan kami secara konsisten memblokir lebih dari 99,9% upaya phishing dan malware," tegas Google.
Sebagai langkah tambahan, Google juga mengimbau pengguna untuk mengaktifkan metode login yang lebih aman, seperti verifikasi dua langkah dan alternatif kata sandi berbasis kunci keamanan (passkeys), guna memastikan akun mereka tetap terlindungi dari serangan siber.