Robot Pemadam Kebakaran Berbasis Nitrogen Cair Resmi Dirancang

Genvoice.id | 02 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Seorang profesor dari Northeastern University mengembangkan robot pemadam kebakaran yang memanfaatkan nitrogen cair sebagai media utama untuk memadamkan api. Inovasi tersebut digadang-gadang menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan bahan penghambat api berbasis kimia yang selama ini digunakan.

Teknologi ini dirancang untuk membantu petugas pemadam kebakaran menangani kebakaran hutan dengan lebih aman. Selain mengurangi risiko bagi personel di lapangan, penggunaan nitrogen cair juga dinilai mampu meminimalkan dampak negatif terhadap ekosistem.

Berawal dari Penemuan Tak Sengaja

Pengembangan teknologi ini bermula sekitar dua dekade lalu ketika Profesor Yiannis Levendis melakukan penelitian mengenai pemanfaatan ban bekas sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Saat melakukan percobaan di laboratorium pada 2008, ia secara spontan menuangkan sesendok nitrogen cair ke dalam api yang sedang membakar potongan karet.

Hasil percobaan tersebut di luar dugaan karena api langsung padam dalam waktu singkat. Temuan itu kemudian memicu Levendis untuk meneliti lebih jauh potensi nitrogen cair sebagai media pemadam kebakaran.

Cara Kerja Nitrogen Cair

Nitrogen cair memiliki suhu yang sangat rendah sehingga mampu mendinginkan material yang terbakar dengan cepat. Saat bersentuhan dengan api, cairan tersebut berubah menjadi gas dan mengembang hingga hampir seribu kali lipat dari volume awalnya.

Proses ekspansi tersebut mendorong oksigen menjauh dari titik api sehingga pembakaran tidak dapat berlangsung. Kombinasi antara pendinginan ekstrem dan berkurangnya pasokan oksigen membuat api lebih mudah dipadamkan.

Levendis juga mengetahui bahwa nitrogen cair sebelumnya telah dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan kebakaran di tambang batu bara bawah tanah. Dari sana, ia melihat peluang untuk menerapkan prinsip yang sama dalam penanganan kebakaran hutan yang semakin sering terjadi di berbagai wilayah.

Lebih Aman bagi Lingkungan

Salah satu keunggulan utama nitrogen cair adalah tidak meninggalkan residu kimia setelah menguap. Hal ini berbeda dengan sejumlah bahan penghambat api konvensional yang mengandung senyawa seperti fosfor dan berpotensi mencemari lingkungan.

Menurut Levendis, residu bahan kimia dapat terbawa air hujan menuju sungai maupun danau sehingga memicu pertumbuhan alga berlebihan yang mengurangi kadar oksigen di dalam air. Kondisi tersebut dapat mengancam ikan serta berbagai organisme akuatik, sekaligus berpotensi merusak kualitas tanah.

Data dari Pusat Kebakaran Antarlembaga Nasional Amerika Serikat menunjukkan bahwa kebakaran hutan menghanguskan lebih dari 5,13 juta hektare lahan sepanjang 2025. Luas area tersebut bahkan melebihi wilayah negara bagian Massachusetts.

Robot Dirancang Jangkau Area Berbahaya

Untuk mengatasi tantangan distribusi nitrogen cair ke lokasi kebakaran, Levendis sempat mempertimbangkan penggunaan truk pemadam maupun helikopter dengan tangki kriogenik. Namun, ia akhirnya memilih mengembangkan robot yang dinilai lebih fleksibel untuk menjangkau titik api.

Bersama mahasiswa Northeastern University, Hayden Hishmeh dan Aobo Liu, Levendis menciptakan prototipe robot berukuran sekitar tempat sampah kecil yang menggunakan roda rantai. Robot tersebut membawa tangki nitrogen cair dan menyemprotkannya melalui selang menuju sumber api.

Robot itu dapat dikendalikan dari jarak jauh dan di masa depan ditargetkan mampu beroperasi secara otonom. Kemampuan tersebut memungkinkan perangkat memasuki area berbahaya yang sulit dijangkau manusia sekaligus memadamkan api sebelum berkembang menjadi kebakaran hutan berskala besar.

Masih Tahap Pengembangan

Pengembangan robot pemadam kebakaran ini mendapat dukungan dari Gordon and Betty Moore Foundation yang membantu penyediaan peralatan penelitian. Hingga kini, prototipe tersebut telah diuji pada sejumlah simulasi kebakaran kecil menggunakan material hutan yang umum ditemukan di wilayah barat Amerika Serikat.

Meski masih berada dalam tahap pengembangan, Levendis optimistis teknologi ini memiliki prospek yang menjanjikan. Ia berharap sistem berbasis nitrogen cair nantinya dapat diterapkan pada kendaraan pemadam kebakaran berukuran besar sehingga menjadi solusi baru yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam menghadapi kebakaran hutan.