Hari-hari Baru Manchester City Tanpa Pep Guardiola, Dimulai dari Kekalahan Lawan Inter Milan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Manchester City kini memasuki babak baru setelah berakhirnya era panjang Pep Guardiola. Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, The Citizens menjalani musim tanpa pelatih asal Spanyol tersebut yang selama ini menjadi sosok penting di balik kesuksesan klub.
Kepergian Guardiola menandai berakhirnya salah satu periode paling bersejarah dalam perjalanan Manchester City. Selama satu dekade memimpin tim, ia berhasil mempersembahkan berbagai gelar sekaligus membangun gaya bermain yang dikenal dan ditiru banyak klub di dunia.
Kini tanggung jawab besar berada di tangan Enzo Maresca. Pelatih asal Italia itu dipercaya memimpin Manchester City dengan harapan mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun Guardiola.
Namun, langkah awal Maresca belum berjalan mulus. Pada laga pramusim pertamanya sebagai manajer Manchester City, tim harus mengakui keunggulan Inter Milan lewat drama adu penalti.
Enzo Maresca Hadapi Tugas Berat
Menggantikan Guardiola bukan sekadar soal meracik strategi di lapangan. Maresca juga harus mengambil alih tim yang selama bertahun-tahun dibentuk dengan filosofi dan standar tinggi oleh pendahulunya.
Karena itu, setiap hasil yang diraih Manchester City musim ini diperkirakan akan selalu dibandingkan dengan pencapaian Guardiola.
Meski datang dengan modal yang cukup meyakinkan, tekanan terhadap Maresca tetap besar. Sebelum kembali ke Etihad Stadium, ia sukses membawa Leicester City meraih gelar Championship dan juga memenangkan Piala Dunia Antarklub saat menangani Chelsea.
Gvardiol Bicara soal Kepergian Guardiola
Bek Manchester City, Josko Gvardiol, menilai keputusan Guardiola mengumumkan kepergiannya pada akhir musim merupakan langkah yang tepat.
Menurut pemain asal Kroasia tersebut, pengumuman lebih awal justru berpotensi mengganggu fokus tim sepanjang musim.
"Beberapa orang mengatakan dia seharusnya memberi tahu kami lebih awal, beberapa orang mengatakan tidak," kata bek Man City, Josko Gvardiol.
Manchester City Harus Bersiap Menatap Masa Depan
Gvardiol mengakui seluruh skuad sebenarnya berharap Guardiola tetap bertahan. Namun, ia menyadari setiap perjalanan pasti memiliki akhir.
Menurutnya, Manchester City sudah memiliki waktu untuk mempersiapkan diri sejak Guardiola mengumumkan keputusannya.
"Kami tahu pada suatu saat dia harus memberi tahu kami. Dia telah berada di sini selama 10 tahun dan sudah waktunya untuk beristirahat sejenak dan pensiun. Kami bisa merasakannya," ucap Gvardiol.
Ia juga mengungkapkan bahwa Guardiola sempat berada di persimpangan sebelum akhirnya benar-benar memutuskan mengakhiri kebersamaan dengan Manchester City.
"Dia berada di antara dua pilihan, hampir pergi, lalu dia tetap tinggal. Bagus karena itu adalah musim lain untuk mencoba memenangkan sesuatu. Dua musim lalu kami kesulitan, 13 pertandingan tanpa kemenangan," ucap bek asal Kroasia itu.
Meski demikian, Gvardiol tidak menutup kemungkinan Guardiola kembali ke dunia sepak bola suatu saat nanti.
"Sayangnya sudah waktunya untuk pergi tetapi siapa tahu dengannya, mungkin setelah enam bulan ketika dia mendapatkan kembali energinya," tutup Gvardiol.
Kekalahan dari Inter Milan memang bukan awal yang diharapkan Manchester City. Namun, hasil tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi yang harus dilalui Enzo Maresca dalam membangun identitas baru tim setelah satu dekade berada di bawah bayang-bayang kesuksesan Pep Guardiola.