Anak Harus ke Psikolog Pasca-Kehadiran Betrand Peto, Pihak Ruben Onsu Sentil Pengakuan Sarwendah di YouTube Densu

Genvoice.id | 02 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Dinamika hubungan pasca-perceraian antara Sarwendah dan Ruben Onsu kembali menarik perhatian publik. Baru-baru ini, pernyataan Sarwendah yang mengungkapkan bahwa anak-anaknya harus berkonsultasi ke psikolog sejak kehadiran Betrand Peto memicu perbincangan hangat.

Isu ini kian memanas di tengah proses perebutan hak asuh anak antara kedua belah pihak. Lantas, seperti apa kronologi pernyataan Sarwendah serta bagaimana klarifikasi dan tanggapan dari pihak Ruben Onsu? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pengakuan Sarwendah Soal Kondisi Psikologis Sang Anak

Saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Sarwendah membeberkan alasan di balik perbincangan mengenai kondisi emosional putri sulungnya, Talia:

Sikap Tantrum yang Mendadak

Sarwendah mengaku terkejut saat melihat Talia tiba-tiba sering mengalami tantrum, menangis tanpa alasan yang jelas, hingga memukul. Perubahan sikap tersebut juga berdampak pada perilaku Talia di sekolah yang sempat membuat Sarwendah merasa terpukul sebagai seorang ibu.

Saran Terapi ke Psikolog

Demi memahami kondisi anaknya, Sarwendah memutuskan untuk membawa sang buah hati menjalani terapi dengan psikolog. Menurut pemaparannya, kedatangan Betrand Peto (Onyo) di tengah keluarga diduga menjadi salah satu pemicu perubahan emosional tersebut, di mana sang anak dinilai sangat sensitif dan dituntut beradaptasi lebih cepat dari usianya.

Bantahan dan Teguran dari Pihak Ruben Onsu

Pernyataan Sarwendah tersebut langsung direspons dan dibantah oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang:

Pertanyakan Alasan Tantrum

Minola menilai kehadiran Betrand Peto sebagai saudara laki-laki seharusnya menjadi hal yang menyenangkan bagi anak-anak. Menurutnya, kehadiran Onyo justru memberikan rasa nyaman dan perlindungan bagi adik-adiknya.

Menyinggung Soal Keterbukaan

Minola mempertanyakan klaim Sarwendah mengenai penyebab tantrum tersebut, mengingat selama ini kebersamaan Onyo dan adik-adiknya terlihat harmonis. Ia juga menyindir bahwa pernyataan yang tidak sesuai fakta hanya akan memicu timbulnya asumsi baru yang menutupi kebenaran.

Perselisihan antara Sarwendah dan pihak Ruben Onsu menunjukkan betapa kompleksnya dampak perceraian serta penyesuaian struktur keluarga terhadap kondisi psikologis anak.

Di tengah saling silang pendapat dan proses hukum yang terus berjalan, perhatian utama publik dan kedua orang tua diharapkan tetap berfokus pada perlindungan serta kesejahteraan mental anak-anak mereka.