Samsung Siap Luncurkan Chip 2nm Pertama di Dunia, Ini Bocoran Kekuatan Exynos 2600
JAKARTA, GENVOICE.ID - Samsung resmi mengonfirmasi bahwa chip terbaru mereka, Exynos 2600, akan menjadi chip 2 nanometer (nm) pertama di dunia yang memasuki pasar setelah peluncurannya.
Dilansir dari Antara, kabar ini disampaikan dalam laporan keuangan kuartalan perusahaan yang dirilis pada Jumat, dan menjadi titik terang atas berbagai spekulasi yang selama ini beredar.
Exynos 2600 akan diproduksi menggunakan proses Gate-All-Around (GAA) 2nm, sebuah teknologi manufaktur canggih yang diharapkan membawa peningkatan signifikan dalam efisiensi daya dan kinerja prosesor. Dengan langkah ini, Samsung tidak hanya menandai babak baru dalam pengembangan chip, tetapi juga mengalahkan para pesaingnya seperti TSMC dan Qualcomm dalam perlombaan menuju teknologi 2nm.
Bocoran dari daftar Geekbench yang beredar sebelumnya mengungkap bahwa Exynos 2600 akan menggunakan CPU sepuluh inti dengan konfigurasi baru, yakni 1+3+6. Ini terdiri dari satu inti utama dengan kecepatan hingga 3,55 GHz, tiga inti performa di 2,96 GHz, serta enam inti efisiensi di 2,46 GHz. Konfigurasi ini disebut akan menawarkan keseimbangan optimal antara kinerja dan daya tahan baterai.
Untuk grafis, chip ini akan didukung oleh GPU Xclipse 960, yang dikembangkan bersama AMD. GPU tersebut dikabarkan mampu memberikan performa grafis hingga 15 persen lebih tinggi dibandingkan GPU Adreno 830 yang ada di dalam Snapdragon 8 Elite milik Qualcomm.
Exynos 2600 diperkirakan akan debut perdana di lini flagship Samsung berikutnya, yakni Galaxy S26 Pro dan S26 Edge, yang kemungkinan akan dirilis pada paruh pertama 2026. Namun, untuk varian Galaxy S26 Ultra, Samsung kabarnya tetap akan menggunakan prosesor Snapdragon Elite 2 dari Qualcomm, mengikuti strategi dual-chipset yang selama ini mereka terapkan.
Dengan langkah ini, Samsung tampaknya ingin menunjukkan kapabilitas penuh dari teknologi chipset mereka, sekaligus memberi konsumen alternatif kinerja tinggi selain Snapdragon. Kehadiran Exynos 2600 juga dipandang sebagai sinyal bahwa Samsung semakin serius dalam mengembangkan divisi semikonduktor sebagai pilar masa depan perusahaan.