Pria Balikpapan Ditangkap Gara-Gara Lecehkan Anak Swedia di Game Roblox!

Genvoice.id | 02 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Hai Gen, dunia maya kembali dibuat geger, kali ini karena kasus pelecehan seksual lintas negara yang melibatkan game online populer, Roblox. Seorang pria asal Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan inisial AMZ, resmi diamankan pihak kepolisian usai terlibat aksi bejat terhadap remaja perempuan asal Swedia berusia 15 tahun.

Awalnya, kasus ini terungkap setelah ibu korban melaporkan kejadian mencurigakan ke otoritas setempat di Swedia. Tanpa menunggu lama, laporan itu diteruskan ke Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, dan langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan serius lintas negara.

Tim Siber Polri kemudian melakukan pelacakan digital forensik. Hasilnya? Jejak online AMZ ternyata mengarah pada aktivitas komunikasi mencurigakan lewat fitur chat dalam game Roblox. Si pelaku disebut memanfaatkan platform tersebut untuk melakukan manipulasi dan tindakan pelecehan terhadap korban yang masih di bawah umur.

Penangkapan AMZ berlangsung tanpa perlawanan di rumahnya di Balikpapan. Dari penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang bukti digital yang cukup mencengangkan: lima akun email yang diduga digunakan untuk menyamar, akun media sosial aktif, serta akun Roblox yang menunjukkan komunikasi dengan korban.

Saat ini, AMZ telah ditahan di Mapolda Kaltim dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi pun mendalami kemungkinan adanya korban lain, bahkan potensi keterlibatan dalam jaringan predator digital internasional.

Kasus ini bikin kita harus makin waspada, Gen. Meski terlihat seru dan aman, ternyata platform seperti Roblox bisa jadi sarang kejahatan siber yang menyasar anak-anak di seluruh dunia.

Pihak berwenang pun mengimbau para orang tua agar aktif memantau aktivitas online anak, terutama di media sosial dan game. Waspadai interaksi mencurigakan, gunakan fitur keamanan di dalam platform, dan jangan ragu untuk melapor jika melihat hal yang janggal.

"Ini bukti kalau kejahatan siber enggak kenal batas negara. Kami akan terus kerja sama secara internasional untuk menangani kasus kayak gini," kata perwakilan Divhubinter Polri.

Kejahatan digital itu nyata, Gen. Dan kasus ini jadi tamparan keras buat kita semua agar lebih peduli dan siaga di dunia maya.