15 Provinsi Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim, Jakarta hingga NTB Masuk Daftar

Genvoice.id | 02 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kementerian Pariwisata menetapkan 15 provinsi sebagai wilayah prioritas untuk pengembangan destinasi wisata ramah Muslim di Indonesia. Langkah ini dilakukan guna memperkuat daya saing sektor pariwisata nasional sekaligus menarik lebih banyak wisatawan Muslim dari dalam maupun luar negeri.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan, pemilihan provinsi tersebut mengacu pada Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) yang disusun berdasarkan indikator dalam Global Muslim Travel Index (GMTI).

Adapun 15 provinsi yang dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata ramah Muslim meliputi Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk mempercepat pengembangannya, Kementerian Pariwisata memasukkan sejumlah agenda yang dinilai menarik bagi wisatawan Muslim ke dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN).

Beberapa acara yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan antara lain Aceh Ramadhan Festival, Aceh Culinary Festival, Muslim Life Fest, Balangan Islamic Festival, Pawai Takbir Batam, serta Batam Wonderfood & Art Ramadhan.

Selain menghadirkan berbagai kegiatan tersebut, pemerintah juga menyediakan laman khusus Muslim Friendly Travel di situs Indonesia.travel. Platform ini dirancang untuk memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai destinasi, kalender acara, lokasi tempat ibadah, hingga pilihan paket wisata ramah Muslim.

Widiyanti mengatakan pemerintah juga terus mendorong pengembangan produk wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim. Diversifikasi dilakukan pada berbagai sektor, mulai dari wisata religi, kuliner halal, hingga layanan wellness yang mengusung nilai-nilai spiritual.

Di sisi lain, Kementerian Pariwisata memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui program pendampingan bisnis, memperluas akses pasar, serta membuka peluang pembiayaan bagi penyedia paket wisata ramah Muslim.

Menurut Widiyanti, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim, termasuk dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), meski kawasan Timur Tengah saat ini menghadapi dinamika geopolitik.

Arab Saudi diperkirakan tetap menjadi salah satu pasar potensial karena konektivitas penerbangan menuju Indonesia masih terjaga. Meski demikian, pemerintah terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut agar strategi promosi pariwisata dapat disesuaikan dengan kondisi terkini.

Selain menyasar wisatawan dari negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Turki, dan Uzbekistan, Kementerian Pariwisata juga membidik pasar non-OKI yang menunjukkan minat tinggi terhadap wisata ramah Muslim.

Beberapa negara yang menjadi target pengembangan pasar tersebut meliputi Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, China, Australia, dan Selandia Baru. Dengan strategi ini, pemerintah berharap daya tarik wisata ramah Muslim Indonesia semakin kuat di pasar internasional sekaligus mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.