Jelang Puncak Haji 2025, Arab Saudi Kerahkan Ratusan Ambulans dan Tim Medis Siaga 24 Jam di Mekkah

Genvoice.id | 02 Jun 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Arab Saudi melalui Otoritas Bulan Sabit Merah meningkatkan kesiapsiagaan menjelang musim Haji 1446 H dengan mengerahkan lebih dari 120 layanan ambulans berteknologi tinggi yang beroperasi penuh selama 24 jam di wilayah Makkah.

Dilansir dari Antara, langkah besar ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan jemaah dan memastikan penanganan cepat dalam situasi darurat selama puncak ibadah haji.

Dilansir dari Saudi Press Agency (SPA), Senin (2/6), 120 ambulans tersebut didukung lebih dari 100 kendaraan pendukung lainnya, dan tersebar di sejumlah titik strategis kota Makkah. Sebanyak 80 unit ambulans di antaranya telah ditempatkan secara khusus di kawasan timur laut, barat, selatan, dan pusat kota, menyesuaikan kepadatan aktivitas jemaah. Lebih dari 160 tenaga medis darurat, 12 kendaraan darurat bermotor, serta tiga mobil golf medis portabel juga diturunkan untuk menjangkau area-area yang sulit diakses kendaraan besar.

Fokus pengamanan medis juga diarahkan ke Masjidil Haram, pusat pelaksanaan ibadah haji. Di area suci ini, lebih dari 30 unit darurat dan 60 paramedis telah disiagakan, dengan dukungan 16 mobil golf medis yang dapat bergerak cepat di area padat. Tim-tim medis ditempatkan di berbagai jalur strategis seperti jalur Sa'i, pelataran timur dan barat, serta perluasan ketiga Masjidil Haram, demi mempercepat respons terhadap potensi insiden medis di tengah keramaian jutaan jemaah.

Operasi besar ini merupakan bagian dari sistem tanggap darurat yang terkoordinasi bersama berbagai instansi pemerintah Arab Saudi, guna menjamin layanan transportasi medis yang optimal dan keselamatan seluruh jemaah. Tak hanya mengandalkan tenaga profesional, sebanyak 550 relawan pria dan wanita dari tim Bulan Sabit Merah juga dikerahkan ke lebih dari 200 titik layanan medis yang beroperasi selama 24 jam.

Upaya kolosal ini kembali menegaskan keseriusan Arab Saudi dalam menghadirkan pengalaman ibadah haji yang aman, tertib, dan manusiawi. Para jemaah pun diimbau untuk mengikuti arahan petugas, menjaga kondisi tubuh, serta segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun.