Burger Aldi Taher Viral, Gimmick Receh atau Strategi yang Kena?

Genvoice.id | 02 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Fenomena viral Aldi's Burger milik Aldi Taher belakangan ini ramai dibicarakan.

Bukan cuman rasanya doang, tapi lebih ke cara promosinya yang nyeleneh dan beda dari yang lain. Berlokasi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, burger ini justru dikenal luas karena gaya komunikasinya di media sosial.

Alih-alih promosi serius seperti kebanyakan brand, Aldi memilih cara yang santai dan cenderung absurd. Ia sering meninggalkan komentar di akun artis, brand lain, bahkan netizen biasa. Dari situ, percakapan mulai terbentuk dan menyebar dengan sendirinya.

Menurut pakar marketing Yuswohady, pendekatan seperti ini termasuk strategi komunikasi horizontal. Artinya, bukan brand yang "berbicara" ke konsumen, tapi konsumen yang saling berbicara satu sama lain. Cara ini dinilai lebih efektif di era media sosial saat ini.

Menariknya, Aldi tidak terlalu fokus menjual produknya secara langsung. Ia lebih sering memancing interaksi. Dari situ muncul efek self-selling, di mana orang-orang justru ikut mempromosikan produknya tanpa diminta.

Hal lain yang bikin cepat viral adalah pengulangan kalimat promosi. Kalimat seperti "rotinya lembut dagingnya juicy…" muncul berkali-kali di berbagai platform. Tanpa sadar, orang jadi hafal dan terus teringat.

Ditambah lagi dengan gaya bahasanya yang tidak biasa. Justru karena terasa aneh dan di luar kebiasaan, banyak orang terpancing untuk ikut berkomentar, membalas, bahkan membuat versi parodi.

Strategi ini juga didukung algoritma media sosial. Ketika sebuah komentar ramai interaksi, platform akan mendorongnya ke lebih banyak orang. Akhirnya, jangkauannya semakin luas tanpa perlu biaya iklan.

Dari sisi psikologis, kombinasi antara keunikan dan pengulangan memang mudah menempel di ingatan. Tidak heran kalau banyak orang penasaran dan akhirnya ingin mencoba langsung.

Di lapangan, efeknya terlihat jelas. Antrean panjang jadi pemandangan biasa. Banyak orang rela datang sejak pagi bahkan harus menunggu lama demi mencicipi burger yang sedang viral ini.

Menariknya, tidak semua yang datang benar-benar karena fans Aldi Taher. Banyak juga yang sekadar penasaran-ingin tahu apakah ini cuma gimmick atau memang rasanya enak.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di era sekarang, cara berkomunikasi bisa sama pentingnya dengan produk itu sendiri. Kadang yang bikin orang datang pertama kali bukan produknya, tapi rasa penasaran yang sudah terbangun sebelumnya.