Krisis Energi Global Meningkat, Warga Australia Diminta Beralih ke Transportasi Umum

Genvoice.id | 02 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Australia mengimbau warganya untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum di tengah meningkatnya tekanan krisis energi global.

Perdana Menteri Anthony Albanese menyampaikan imbauan tersebut dalam pidato nasional yang jarang dilakukan. Ia memperingatkan bahwa situasi energi dalam beberapa bulan ke depan berpotensi semakin menantang akibat konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, Albanese meminta masyarakat untuk menggunakan bahan bakar secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia juga mendorong warga yang memiliki akses untuk beralih ke moda transportasi seperti kereta, bus, atau trem guna menghemat konsumsi energi nasional.

Langkah ini diambil seiring keputusan pemerintah yang mulai memanfaatkan cadangan strategis bahan bakar. Bahkan, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Canberra juga memesan pasokan darurat dari Amerika Serikat guna menjaga ketersediaan energi domestik.

Meski ketergantungan Australia terhadap energi dari Timur Tengah relatif kecil, sekitar dua persen dari total kebutuhan, dampak konflik tetap terasa melalui lonjakan harga global. Pemerintah juga telah mengambil langkah dengan memangkas pajak bahan bakar hingga setengahnya untuk meredam kenaikan harga di dalam negeri.

Albanese mengakui bahwa perang yang terjadi telah memicu lonjakan harga bensin dan solar secara signifikan. Ia menegaskan bahwa tidak ada pemerintah yang dapat sepenuhnya menghindari dampak dari konflik global tersebut, namun upaya mitigasi terus dilakukan, termasuk meningkatkan produksi dalam negeri dan memperkuat jalur distribusi energi.

Ketegangan di Timur Tengah sendiri terus meningkat sejak serangan militer yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Konflik tersebut kemudian memicu aksi balasan berupa serangan drone dan rudal yang meluas ke sejumlah negara di kawasan.

Situasi semakin kompleks dengan terganggunya jalur distribusi energi global, termasuk di Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak ke Asia. Gangguan ini berdampak langsung pada pasar energi dunia dan turut menekan harga bahan bakar di berbagai negara.

Dalam kondisi penuh ketidakpastian ini, pemerintah Australia mengajak masyarakat untuk menghadapi situasi secara kolektif dengan menghemat energi dan menjaga stabilitas konsumsi, sebagai bagian dari respons menghadapi krisis global yang masih berlangsung.