8 Fakta Menarik Selokan Mataram, Jejak Sejarah di Yogyakarta yang Kini Bersinggungan dengan Proyek Tol Jogja-Bawen
JAKARTA, GENVOICE.ID - Selokan Mataram merupakan saluran irigasi besar yang menghubungkan Sungai Progo di bagian barat dengan Sungai Opak di sisi timur Yogyakarta. Ukurannya jauh lebih besar dibanding selokan biasa, bahkan di beberapa titik tampak seperti sungai karena lebarnya.
Pada musim kemarau, saluran ini sempat direncanakan untuk dikeringkan sementara, tepatnya sepanjang Oktober 2023. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengukur debit air di wilayah Bligo, Magelang, sekaligus perawatan seperti pengerukan endapan yang muncul akibat proyek di sekitarnya, termasuk pembangunan infrastruktur tol.
Sebagai salah satu cagar budaya penting, Selokan Mataram menyimpan banyak fakta menarik berikut ini:
1. Strategi Sultan HB IX untuk Menghindari Romusha
Pembangunan Selokan Mataram tak lepas dari kecerdikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX saat masa pendudukan Jepang tahun 1942. Proyek ini menjadi cara untuk melindungi rakyat dari kerja paksa (romusha). Dengan dalih meningkatkan hasil pertanian untuk kebutuhan perang Jepang, rakyat tetap bekerja, tetapi tidak dalam kondisi ekstrem seperti romusha.
2. Berawal dari Parit Pertahanan
Sebelum menjadi saluran irigasi, area ini sudah ada sejak abad ke-16 dalam bentuk parit pertahanan. Saat itu, parit belum dialiri air dan ukurannya belum sepanjang sekarang.
3. Terinspirasi Ramalan dan Tokoh Spiritual
Ide pembangunan Selokan Mataram disebut terinspirasi dari ramalan Raja Jayabaya yang menyebut penyatuan dua sungai akan membawa kemakmuran. Selain itu, Sunan Kalijaga juga pernah menyampaikan bahwa wilayah Mataram akan subur jika Sungai Progo dan Opak disatukan.
4. Pernah Dikenal sebagai Kanal Yoshihiro
Saat pertama dibangun pada masa Jepang (1942-1944), saluran ini sempat dinamai Gunsei Yosuiro atau Kanal Yoshihiro, diambil dari nama jenderal Jepang, Shimazu Yoshihiro.
5. Sempat Dijuluki Kali Malang
Sebelum nama Selokan Mataram populer, masyarakat pernah menyebutnya Kali Malang. Nama ini muncul karena posisi saluran yang melintang (malang) di wilayah Yogyakarta.
6. Mengairi Ribuan Hektare Sawah
Dengan panjang sekitar 30,8 kilometer, Selokan Mataram berperan penting dalam mengairi lebih dari 15 ribu hektare lahan pertanian. Hulunya berada di Bendungan Karangtalun, Magelang, sementara hilirnya bermuara di Sungai Opak, Sleman.
7. Membelah Wilayah Yogyakarta
Aliran Selokan Mataram membentang dari barat hingga timur, melewati berbagai wilayah di Sleman, bahkan membelah kawasan kampus UGM dan Babarsari. Saluran ini juga mengairi area Bantul hingga Kalasan dan Prambanan.
8. Akan Dilintasi Tol Jogja-Bawen
Rencana pembangunan Tol Jogja-Bawen akan melewati beberapa titik Selokan Mataram, khususnya di wilayah Sleman. Namun, proyek ini masih dikaji agar tidak merusak zona inti cagar budaya. Solusinya, jalan tol dirancang melayang di atas selokan dengan bentangan sekitar 40-50 meter.
Selokan Mataram bukan sekadar saluran air, tetapi juga saksi sejarah dan simbol perjuangan masyarakat Yogyakarta. Hingga kini, keberadaannya tetap dijaga karena nilai historis dan manfaatnya yang besar bagi kehidupan warga.