Penyebab Cepat Lapar Saat Puasa, Jangan Kebanyakan Makan Karbo Pas Sahur Kalau Nggak Mau Tubuh Lemas!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Banyak dari kita yang punya anggapan kalau makan nasi porsi kuli atau nambah makanan manis pas sahur itu strategi jitu biar kuat menahan lapar sampai maghrib tiba. Padahal, kebiasaan nambah porsi karbohidrat secara ugal-ugalan ini justru jadi bumerang yang bikin perut keroncongan lebih awal di tengah hari. Di tahun 2026 ini, masih banyak banget yang terjebak dalam mitos kalau kenyang begah di waktu sahur adalah jaminan energi sampai buka puasa.
Padahal, kenyataannya justru sebaliknya, lho. Mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan, apalagi jenis yang salah, malah bakal bikin sistem metabolisme tubuh kamu bekerja terlalu keras di awal dan mendadak drop sebelum waktunya. Hebohnya lagi, kebiasaan ini nggak cuma soal rasa lapar yang datang lebih cepat, tapi juga berkaitan erat dengan risiko kesehatan jangka panjang yang cukup ngeri buat masa depan kamu.
Kalau kamu sering ngerasa badan mendadak loyo dan kepala pusing pas jam 12 siang, mungkin ini saatnya kamu koreksi lagi apa saja yang masuk ke piring kamu pas jam 3 pagi tadi. Memahami cara kerja nutrisi di dalam tubuh itu penting banget, biar ibadah puasa kamu nggak cuma sekadar dapet lapar dan haus, tapi tetap bisa produktif menjalankan aktivitas harian tanpa hambatan, nih Gen.
Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, seorang ahli gizi masyarakat yang juga lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), angkat bicara buat meluruskan salah kaprah ini. Menurut beliau, memperbanyak porsi nasi atau yang manis-manis pas sahur bukan strategi yang oke buat bertahan hidup selama berjam-jam tanpa makan. Beliau menjelaskan kalau pola makan seperti itu justru memicu rasa lapar muncul lebih gaspol.
"Yang pasti jadi gampang lapar karena cepat dicerna jadi gula darah. Tergantung juga dengan jenis karbonya," kata Tan Shot Yen memberikan penjelasan tegas, dilansir dari Antara.
Bahaya Gula Darah Drop Dan Rahasia Kenyang Lebih Lama
Masalah utamanya ada pada jenis karbohidrat yang kita pilih. Karbohidrat sederhana, contohnya gula pasir, sirup, atau nasi putih porsi besar, itu cepat banget diubah jadi gula darah. Nah, saat gula darah kamu melonjak tinggi secara instan, tubuh bakal memproduksi insulin buat menurunkan gula tersebut. Efeknya, kadar gula darah kamu bakal terjun bebas dalam waktu singkat, dan saat itulah sinyal lapar bakal muncul lagi dengan sangat kuat.
Lebih ngerinya lagi, dr. Tan Shot Yen memperingatkan kalau kebiasaan ini jadi rutinitas setiap hari, risiko terkena penyakit diabetes bisa muncul mengintai kamu. Beliau menyarankan agar kita beralih ke karbohidrat kompleks.
"Jika karbo kompleks seperti nasi merah, ubi, jagung, biasanya kita tidak mungkin makan banyak-banyak," kata dia menambahkan.
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, jagung, atau ubi butuh waktu lebih lama buat dicerna oleh tubuh. Ini ngebantu banget buat menjaga kestabilan gula darah kamu selama seharian penuh. Selain itu, asupan serat dari sayur dan buah juga nggak boleh diskip. Serat punya peran penting buat ngasih efek kenyang yang awet sekaligus menjaga energi kamu nggak gampang habis di tengah jalan.
Intinya, jangan cuma fokus pada satu jenis makanan saja. Sahur yang benar itu harus tetap ikut prinsip gizi seimbang. Dengan komposisi piring yang pas antara karbohidrat kompleks, protein, dan serat, kamu nggak perlu lagi khawatir bakal lemas atau kelaparan sebelum waktunya.