IRGC Klaim Serang Kapal Tanker AS-Inggris dan Pangkalan Militer di Teluk

Genvoice.id | 02 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran pada Minggu (1/3) mengklaim telah menyerang tiga kapal tanker milik Amerika Serikat dan Inggris di kawasan Teluk dan Selat Hormuz menggunakan rudal hingga menyebabkan kebakaran. Klaim tersebut disampaikan melalui outlet resmi mereka, Sepah News, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.

Dalam pernyataannya, IRGC juga menyebut telah menargetkan sejumlah instalasi militer AS di Kuwait dan Bahrain. Mereka mengklaim serangan terhadap Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait telah melumpuhkan fasilitas tersebut sepenuhnya. Selain itu, tiga bangunan infrastruktur angkatan laut di pangkalan Mohammed Al-Ahmad disebut hancur, sementara pusat komando dan cadangan angkatan laut AS di Bahrain turut dihantam rudal.

IRGC lebih jauh menyatakan bahwa satu pangkalan AS lainnya di Bahrain terkena dua rudal balistik dan mengeklaim serangan itu menimbulkan 560 korban di pihak personel AS. Namun hingga saat ini, pihak Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi atas klaim tersebut.

Ketegangan di jalur perairan strategis dunia ini segera memicu kekhawatiran internasional. Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO), Arsenio Dominguez, menyerukan perusahaan-perusahaan pelayaran untuk menerapkan "kewaspadaan maksimal" dan, jika memungkinkan, menghindari wilayah terdampak. Ia menegaskan bahwa kebebasan navigasi merupakan prinsip dasar hukum maritim internasional yang harus tetap dijaga.

Rangkaian serangan yang diklaim IRGC terjadi sehari setelah pasukan AS dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya. Insiden tersebut memicu serangan balasan Iran terhadap target-target yang berkaitan dengan AS dan Israel di berbagai titik Timur Tengah, mendorong kawasan ke fase konflik yang semakin terbuka dan berisiko meluas.