Aturan Minum Air Saat Sahur Dan Buka Puasa, Simak Takaran Yang Pas Agar Tubuh Tetap Terhidrasi!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba dan salah satu tantangan paling besar buat kita semua adalah gimana caranya menjaga tubuh tetap segar tanpa rasa haus yang berlebihan di siang hari. Masalahnya, masih banyak banget yang punya kebiasaan salah soal cara minum air. Ada yang saking takutnya haus, mereka langsung menenggak air dalam jumlah sangat banyak saat sahur sampai perut terasa kembung dan begah.
Ada juga yang justru terlalu santai dan baru ingat minum saat waktu imsak sudah mepet. Padahal, cara minum yang serampangan seperti itu bukannya bikin kuat, malah bisa bikin tubuh makin cepat lemas dan pencernaan jadi nggak nyaman. Mengetahui takaran yang tepat dan teknik hidrasi yang cerdas adalah kunci utama supaya ibadah puasa kamu nggak terganggu oleh rasa pusing atau dehidrasi yang parah.
Ternyata, rahasianya bukan cuma soal seberapa banyak air yang masuk, tapi soal kapan dan bagaimana cara kita membaginya sepanjang malam. Di tahun 2026 ini, kita harus lebih pintar mengelola asupan cairan supaya produktivitas tetap terjaga meski sedang menahan haus dan lapar.
Yuk, kita bongkar rahasia dari para ahli kesehatan internasional biar puasa kamu tahun ini bener-bener berkualitas dan tetap bertenaga sampai waktu berbuka tiba, nih Gen.
Dilandir dari Antara, Aditi Prasad Apte, seorang Ahli Gizi Klinis Senior dari Aster Hospitals di India, membagikan panduan praktis yang sangat berguna melalui laman Onlymyhealth. Menurutnya, kesalahan paling umum adalah minum air dalam jumlah besar sekaligus. Hal ini sangat tidak disarankan karena tubuh kita punya keterbatasan dalam menyerap cairan secara instan. Jika dipaksa, yang ada malah rasa tidak nyaman di perut. Menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa butuh sekitar 8 hingga 10 gelas air atau setara 2 hingga 2,5 liter dalam rentang waktu antara berbuka sampai sahur.
Trik Hidrasi Bertahap Dan Minuman Yang Wajib Dihindari
Agar tubuh bisa menyerap air dengan maksimal tanpa bikin perut kembung, Aditi menyarankan kita untuk minum secara terkontrol. "Para ahli merekomendasikan agar orang minum air dalam jumlah terkontrol, bukan dalam jumlah besar sekaligus," kata Aditi memberikan penekanan. Caranya adalah dengan mulai minum sedikit demi sedikit. Pola yang ideal adalah mengawali buka puasa dengan satu atau dua gelas air saja. Setelah itu, biasakan minum sekitar 150 ml air setiap 30 hingga 60 menit sekali. Saat waktu sahur tiba, cukup minum dua sampai tiga gelas air secara perlahan.
Selain soal air putih, Aditi juga mengingatkan kita untuk menjauhi minuman yang mengandung kafein seperti teh, kopi, dan soda selama bulan puasa. Minuman jenis ini bersifat diuretik, yang artinya bakal bikin kamu lebih sering buang air kecil dan akhirnya cairan tubuh makin cepat habis di siang hari. Minuman manis juga harus dikurangi karena bisa bikin gula darah naik turun secara drastis yang bikin badan cepat capek. Sebagai gantinya, kamu bisa pilih air kelapa secukupnya, air lemon tanpa gula, atau sup bening yang menyegarkan.
Tak hanya dari minuman, asupan cairan juga bisa didapat dari makanan. Sangat disarankan untuk mengonsumsi buah dan sayur yang tinggi kadar airnya seperti semangka, jeruk, dan mentimun. Untuk menu sahur, pilihlah makanan yang bisa mengikat air lebih lama di tubuh seperti gandum utuh, oat, telur, dan yogurt. Kombinasi makanan bergizi dan cara minum yang benar ini bakal jadi perlindungan terbaik buat tubuh kamu selama berpuasa.