Peluang Juara Manchester City Masih Ada, Pep Guardiola Kirim Pesan Menohok Buat Arsenal!

Genvoice.id | 02 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Persaingan memperebutkan takhta tertinggi Premier League musim 2025/2026 benar-benar menguras emosi para pecinta sepak bola di seluruh dunia. Manchester City yang selama ini dikenal sebagai penguasa liga, baru saja mendapatkan ganjalan berat saat menjamu Tottenham Hotspur pada Minggu, 1 Februari 2026. Pertandingan yang berlangsung sangat intens tersebut berakhir dengan skor imbang 2-2, sebuah hasil yang terasa seperti kekalahan bagi publik Etihad Stadium. Bagaimana tidak, skuad asuhan Josep Guardiola sebenarnya sudah berada di atas angin setelah berhasil unggul dua gol tanpa balas di sepanjang babak pertama. Namun, fokus yang mendadak hilang di paruh kedua membuat kemenangan yang sudah di depan mata sirna begitu saja. Kondisi ini membuat situasi di papan atas klasemen semakin panas, mengingat rival abadi mereka, Arsenal, kini sukses memperlebar jarak menjadi enam poin di posisi puncak.

Meskipun jarak poin dengan The Gunners semakin melebar dan jadwal pertandingan ke depan semakin berat, termasuk laga tandang maut ke markas Liverpool, Pep Guardiola menegaskan bahwa timnya belum mau mengibarkan bendera putih. Pelatih jenius asal Spanyol itu yakin bahwa mentalitas juara yang dimiliki anak asuhnya bakal menjadi kunci untuk membalikkan keadaan di sisa musim. Ia mengingatkan semua orang bahwa Manchester City sudah sering berada dalam situasi sulit seperti ini pada musim-musim sebelumnya dan selalu berhasil bangkit di saat-saat terakhir. Bagi Pep, selama secara matematis peluang itu masih terbuka, maka perburuan gelar juara Liga Inggris belum benar-benar berakhir bagi sang juara bertahan, nih Gen.

Pep Guardiola Tetap Optimis di Tengah Badai Jarak Poin

Dalam sesi konferensi pers usai laga yang penuh drama tersebut, Guardiola mengungkapkan bahwa ia melihat sisi positif dari perjuangan para pemainnya. Meski gagal mengamankan poin penuh, ia merasa kembalinya beberapa pemain kunci dari cedera dan semangat juang yang ditunjukkan skuadnya adalah modal besar untuk mengejar ketertinggalan dari Arsenal. City memang sempat tampil dominan lewat gol-gol yang dicetak oleh Rayan Cherki dan rekrutan anyar Antoine Semenyo, namun kegigihan Tottenham lewat dua gol balasan Dominic Solanke merusak segalanya.

"Selama peluang itu ada, harapan akan selalu ada. Hal seperti ini terjadi. Saya tahu dalam pertandingan-pertandingan seperti ini di masa lalu, selalu ada cara untuk menang dan hari ini itu tidak terjadi," kata Guardiola kepada media. Ia juga menambahkan bahwa kondisi internal timnya mulai menunjukkan progres yang signifikan. "Kami mengalami kesulitan dalam banyak hal, tetapi para pemain mulai kembali dan saya melihat semangat yang luar biasa dalam banyak aspek."

Sentilan Pedas Soal Wasit dan Penurunan Performa

Selain membahas soal poin, Guardiola juga tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap kinerja pengadil lapangan. Ada sebuah insiden di kotak penalti yang melibatkan Marc Guehi dan Dominic Solanke yang menurutnya sangat merugikan City. Dalam tayangan ulang, terlihat kaki Guehi ditendang oleh Solanke sebelum gol terjadi, namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut. Kejutan ini membuat Pep meradang karena ia merasa ada standar ganda dalam pengambilan keputusan di Premier League.

"Jika seorang bek tengah melakukannya kepada penyerang, itu penalti. Momentum di Premier League ketika Anda kebobolan, hal itu bisa terjadi. Anda tidak bisa mengendalikannya," sambung Pep dengan nada protes. Selain soal wasit, ia juga mengakui adanya masalah pada konsistensi permainan timnya yang sering kali menurun secara drastis setelah keluar dari ruang ganti di babak kedua.

"Anda benar. Kami sudah membicarakannya. Sebagai manajer, Anda bisa mengubah sesuatu di babak kedua. Ketika bermain sangat buruk di babak pertama, Anda bisa melakukan pergantian jika ada yang tidak berjalan," lanjut Guardiola menjelaskan soal dinamika pertandingan. Ia merasa satu gol dari lawan di awal babak kedua sudah cukup untuk merusak skema yang sudah ia bangun sejak awal laga.

Kira-kira menurut kalian, sanggup nggak Manchester City nyalip Arsenal di pekan-pekan terakhir nanti, Gen? Mau aku kasih jadwal pertandingan sisa antara City dan Arsenal buat kamu bandingin siapa yang punya lawan lebih enteng?