Klopp Nyaris Jadi Asisten Guardiola, Pep Lijnders Bongkar Cerita Mengejutkan dari Anfield
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jurgen Klopp nyaris membuat kejutan besar dalam karier kepelatihannya setelah meninggalkan Liverpool. Mantan asisten setianya, Pep Lijnders, mengungkapkan bahwa Klopp sempat menyatakan kesiapan untuk menjadi asisten Pep Guardiola di Manchester City jika Lijnders menolak tawaran tersebut.
Pengakuan itu disampaikan Lijnders saat menceritakan proses kepindahannya ke Etihad Stadium pada musim panas 2025. Setelah lebih dari satu dekade bekerja bersama Klopp di Liverpool, pelatih asal Belanda itu akhirnya menerima kesempatan langka untuk menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola, meski harus menyeberang ke rival utama The Reds.
Lijnders bukan sosok asing di Anfield. Ia bergabung dengan Liverpool pada 2014 sebagai pelatih pengembangan, lalu menjadi figur kunci di staf tim utama sejak Klopp datang pada 2015. Sempat mencoba peruntungan sebagai pelatih kepala NEC Nijmegen pada musim 2017/18, kariernya di Belanda berakhir singkat sebelum ia kembali ke Liverpool dan melanjutkan perannya sebagai tangan kanan Klopp hingga 2024.
Setelah Klopp mundur dari Liverpool, Lijnders sempat dipercaya menangani Red Bull Salzburg. Namun, kiprahnya di Austria tidak berjalan sesuai harapan dan ia dipecat pada Desember 2024 akibat hasil buruk di liga domestik. Kesempatan untuk bekerja bersama Guardiola pun datang beberapa bulan kemudian.
"Ketika Pep menelepon dan menjelaskan visinya, kepercayaan yang ia tunjukkan bahkan sebelum membahas detail peran saya, itu membuat segalanya terasa lebih mudah," ujar Lijnders. Meski demikian, ia mengakui keputusan itu tidak sepenuhnya ringan mengingat kedekatannya dengan Liverpool.
Lijnders lalu meminta pandangan Klopp. Respons sang mantan bos justru mengejutkan. "Jurgen berkata dengan sangat tegas, 'Kalau tidak kamu ambil, saya yang akan jadi asisten Manchester City,'" ungkapnya. Pernyataan itu memperlihatkan betapa Klopp memandang kesempatan bekerja di bawah Guardiola sebagai tantangan yang menarik, terlepas dari rivalitas panjang Liverpool dan City.
Klopp sendiri meninggalkan Liverpool pada 2024 dengan alasan kelelahan energi setelah hampir sembilan tahun di Anfield. Sejak saat itu, ia menjabat sebagai kepala sepak bola global Red Bull dan belum kembali melatih di pinggir lapangan. Meski begitu, namanya terus dikaitkan dengan sejumlah klub elite, termasuk Real Madrid, yang disebut-sebut mencari pelatih baru untuk musim 2026/27.
Sementara itu, Lijnders sudah mulai menjalani peran barunya bersama Guardiola. Dalam laga terbaru Liga Inggris, Manchester City harus puas bermain imbang 2-2 di kandang Tottenham Hotspur setelah sempat unggul dua gol. Hasil tersebut kembali menegaskan reputasi Spurs sebagai salah satu lawan paling menyulitkan City di era Guardiola.
Di tengah spekulasi masa depan Klopp dan babak baru karier Lijnders, satu hal menjadi jelas: dinamika hubungan para pelatih elite Eropa kerap melampaui sekat rivalitas, bahkan membuka kemungkinan yang sebelumnya terasa mustahil.
Artikel Terkait
Artikel terkait tidak ditemukan.