Stop Remehkan Sakit Kepala! Waspada, Ternyata Bisa Jadi Tanda Awal Kejang (Epilepsi), Kenali Gejala Dini yang Wajib Kalian Cek!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kalian pasti sering menganggap remeh sakit kepala. Sakit kepala biasanya diasosiasikan dengan hal-hal yang wajar, seperti overthinking, kurang tidur setelah maraton nonton serial, atau terlalu lama menatap layar gadget. Tapi, WASPADALAH! Ternyata, sakit kepala yang kalian rasakan, terutama jika memiliki pola tertentu, bisa jadi adalah pertanda kondisi medis yang jauh lebih serius, yaitu kejang atau aktivitas epilepsi.
Ahli neurologi dari BLK Max Hospital, Dr. Atul Prasad, menegaskan bahwa kita tidak boleh mengabaikan sinyal bahaya dari tubuh ini.
"Sebagian besar sakit kepala bersifat jinak dan terkait stres, migrain, atau pemicu gaya hidup, tetapi beberapa pola dapat tumpang tindih atau mendahului aktivitas epilepsi (kejang)," kata Dr. Prasad, dikutip dari laporan Hindustan Times, Minggu (30/11) waktu setempat.
Kuncinya adalah mengidentifikasi gejala dan pola sakit kepala yang tidak biasa.
Gejala Red Flag yang Menyertai Sakit Kepala
Bagaimana cara membedakan sakit kepala biasa dengan sakit kepala yang menjadi tanda aktivitas kejang? Dr. Prasad menyebutkan beberapa kombinasi gejala yang perlu kalian waspadai:
-
Disertai Kebingungan: Sakit kepala yang diikuti dengan kebingungan atau kehilangan memori sesaat.
-
Tubuh Tidak Merespons: Mengalami episode berulang di mana tubuh tiba-tiba tidak merespons perintah atau rangsangan.
-
Gerakan Aneh: Sakit kepala yang terjadi bersamaan dengan gerakan tubuh yang aneh atau tidak disengaja.
-
Tatapan Kosong dan Jatuh: Mengalami tatapan kosong sesaat, atau tiba-tiba jatuh tanpa sebab yang jelas.
-
Luka di Lidah: Bangun tidur dengan luka gigitan di lidah, yang biasanya menjadi tanda bahwa kalian mengalami kejang malam hari (nocturnal seizures) saat tidur.
-
Muntah di Pagi Hari: Sakit kepala hebat yang muncul di pagi hari disertai muntah, yang bisa mengindikasikan peningkatan tekanan dalam otak atau masalah struktural yang memicu kejang.
Jenis-Jenis Sakit Kepala Indikator Kejang
Dr. Prasad mengidentifikasi bahwa sakit kepala yang berkaitan dengan kejang bisa diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, tergantung kapan sakit kepala itu muncul terkait dengan episode kejang itu sendiri:
1. Sakit Kepala Pre-Iktal (Sebelum Kejang)
-
Jenis sakit kepala ini muncul hanya beberapa detik hingga menit sebelum kejang benar-benar terjadi.
-
Rasanya: Nyeri tajam atau sensasi tekanan mendadak yang kuat.
-
Seringkali disertai tanda bahaya tambahan yang disebut aura, seperti:
"Sering kali disertai tanda bahaya tambahan seperti mual, sensasi deja vu, rasa takut mendadak, atau perubahan otonom seperti berkeringat dan jantung berdebar," ujar Prasad.
2. Migralepsi (Migrain yang Mengarah ke Kejang)
-
Ini adalah kondisi di mana pasien pertama kali mengalami aura migrain (gangguan visual, kilatan cahaya, atau garis zigzag), yang kemudian diikuti oleh hilangnya kesadaran atau serangan kejang.
-
"Ketika aura migrain berlangsung tidak biasa lama atau berakhir tiba-tiba dengan kebingungan atau gerakan tersentak, evaluasi untuk epilepsi menjadi penting," kata Prasad, menekankan pentingnya pemeriksaan jika pola migrain kalian berubah.
3. Sakit Kepala Post-Iktal (Setelah Kejang)
-
Sakit kepala ini muncul segera setelah episode kejang berakhir.
-
Rasanya: Nyeri berdenyut yang bisa mirip seperti migrain.
-
Durasi: Dapat bertahan dari beberapa jam hingga bahkan dua hari penuh.
Gen, jika kalian atau orang terdekat kalian sering mengalami sakit kepala yang memiliki pola-pola aneh dan disertai gejala-gejala di atas, jangan tunda untuk segera berkonsultasi dengan dokter neurologi. Mendeteksi aktivitas epilepsi atau kejang sejak dini sangatlah penting!
Gen, dari semua gejala yang disebutkan Dr. Prasad, gejala yang mana yang menurut kalian paling menakutkan jika dialami?