9 Fenomena Langit November 2026, Ada 3 Hujan Meteor hingga Supermoon Beaver!

Genvoice.id | 01 Nov 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - November 2026 menjadi bulan yang menarik bagi pencinta astronomi karena menghadirkan berbagai fenomena langit. Sepanjang bulan ini, pengamat dapat menantikan hujan meteor, konjungsi Bulan dengan sejumlah planet, parade planet, hingga kemunculan supermoon.

Setidaknya ada sembilan fenomena astronomi yang dijadwalkan berlangsung selama November 2026. Tiga di antaranya merupakan hujan meteor, yakni Taurid Selatan, Taurid Utara, dan Leonid.

Selain itu, ada momen ketika Merkurius mencapai elongasi barat terbesar serta Uranus berada pada posisi oposisi. Berikut daftar fenomena langit November 2026 beserta tanggal dan hal menarik yang perlu diketahui.

9 Fenomena Langit November 2026

1. Konjungsi Bulan, Mars, dan Jupiter (2-3 November)

November dibuka dengan fenomena konjungsi Bulan, Mars, dan Jupiter pada 2-3 November 2026. Ketiga benda langit tersebut akan tampak berdekatan di langit timur sekitar tengah malam.

Pada 2 November, jarak sudut antara ketiganya diperkirakan hanya sekitar enam derajat. Ketiganya kemudian akan bergerak semakin tinggi di langit hingga menjelang Matahari terbit.

Fenomena ini menjadi kesempatan bagi pengamat untuk melihat beberapa benda langit dalam satu area pengamatan. Waktu pengamatan dapat dimulai sejak tengah malam dengan mencari posisi ketiganya di ufuk timur.

2. Hujan Meteor Taurid Selatan (4-5 November)

Hujan Meteor Taurid Selatan diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 4-5 November 2026. Fenomena ini termasuk hujan meteor dengan intensitas relatif rendah, yakni sekitar lima meteor per jam dalam kondisi langit gelap.

Meski jumlah meteor yang terlihat tidak terlalu banyak, Taurid Selatan memiliki daya tarik berupa kemunculan bola api atau fireball. Kilatan cahaya terang tersebut dapat muncul ketika meteor melintasi atmosfer Bumi.

3. Bulan Baru (9 November)

Fenomena Bulan Baru akan berlangsung pada 9 November 2026. Pada fase ini, Bulan tidak tampak terang di langit malam sehingga kondisi pengamatan sejumlah objek langit jauh menjadi lebih mendukung.

Beberapa objek yang bisa dicoba untuk diamati adalah Nebula Orion dan Galaksi Andromeda. Langit yang gelap dapat membantu pengamat melihat objek-objek tersebut dengan lebih jelas, terutama jika menggunakan alat bantu optik yang sesuai.

4. Hujan Meteor Taurid Utara (11-12 November)

Setelah Taurid Selatan, giliran Hujan Meteor Taurid Utara yang diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 11-12 November 2026. Intensitasnya juga tergolong rendah, dengan perkiraan sekitar lima meteor per jam saat kondisi langit mendukung.

Sama seperti saudaranya, Taurid Utara dikenal karena kemunculan bola api yang terang dan mencolok. Waktu pengamatan yang disarankan adalah setelah tengah malam ketika rasi Taurus berada pada posisi lebih tinggi di langit.

5. Parade Planet (14-16 November)

Pertengahan November akan dihiasi parade planet pada 14-16 November 2026. Dalam fenomena ini, Mars dan Jupiter akan tampak berdekatan di langit selatan menjelang Matahari terbit.

Jarak sudut antara Mars dan Jupiter diperkirakan hanya sekitar satu derajat. Dari sudut pandang pengamat, jarak tersebut kurang lebih selebar jari kelingking ketika tangan direntangkan ke arah langit.

Selain kedua planet tersebut, Merkurius dan Venus juga akan terlihat di atas ufuk tenggara sebelum Matahari terbit. Sementara itu, Uranus turut berada di kawasan langit yang dapat diamati, tetapi membutuhkan teleskop atau teropong binokular berkualitas untuk melihatnya.

6. Hujan Meteor Leonid (17-18 November)

Hujan Meteor Leonid menjadi fenomena berikutnya yang patut dinantikan. Hujan meteor ini berlangsung sepanjang November dan diperkirakan mencapai puncaknya pada malam 17-18 November 2026.

Leonid dikenal memiliki meteor yang bergerak sangat cepat ketika memasuki atmosfer Bumi. Beberapa meteor juga dapat menghasilkan kilatan cahaya terang, bahkan memperlihatkan warna tertentu saat melintas di langit.

Fenomena ini menjadi salah satu kesempatan menarik bagi pencinta astronomi untuk mengamati hujan meteor pada November. Pengamatan akan lebih optimal jika dilakukan di lokasi dengan polusi cahaya rendah dan kondisi cuaca cerah.

7. Elongasi Barat Terbesar Merkurius (20 November)

Merkurius akan mencapai elongasi barat terbesar pada 20 November 2026. Elongasi merupakan jarak sudut antara planet dan Matahari jika dilihat dari Bumi.

Ketika berada pada elongasi terbesar, Merkurius mencapai jarak sudut paling jauh dari Matahari dalam kemunculan tersebut. Kondisi ini membuat planet tersebut memiliki kesempatan lebih baik untuk diamati di langit sebelum Matahari terbit.

Pengamatan sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan posisi Matahari dan menggunakan alat bantu optik secara aman. Jangan pernah mengarahkan teleskop atau teropong langsung ke Matahari tanpa filter khusus yang sesuai.

8. Beaver Supermoon (24 November)

Salah satu fenomena yang paling dinantikan pada November 2026 adalah supermoon pada 24 November. Bulan purnama ini dikenal dengan sebutan Beaver Supermoon atau Bulan Purnama Berang-berang.

Fenomena tersebut terjadi ketika Bulan purnama berada di sekitar posisi terdekatnya dengan Bumi dalam orbitnya. Akibatnya, Bulan dapat tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dibandingkan purnama ketika berada lebih jauh dari Bumi.

Supermoon November ini juga disebut sebagai supermoon pertama sejak Januari 2026. Pengamat dapat menyaksikan kemunculan Bulan ketika berada di atas cakrawala jika kondisi cuaca mendukung.

9. Uranus Berada pada Posisi Oposisi (25-26 November)

Menjelang akhir bulan, Uranus diperkirakan mencapai posisi oposisi pada 25-26 November 2026. Oposisi merupakan kondisi ketika sebuah planet berada di sisi berlawanan dari Matahari jika dilihat dari Bumi.

Posisi tersebut membuat Uranus berada pada kondisi yang lebih mendukung untuk diamati sepanjang malam. Namun, planet yang dikenal sebagai raksasa es ini tidak mudah terlihat dengan mata telanjang.

Pengamat disarankan menggunakan teleskop atau teropong binokular berkualitas untuk menemukan Uranus. Pemilihan lokasi dengan langit gelap juga dapat membantu proses pengamatan.

Tips Mengamati Fenomena Langit November 2026

Agar pengalaman mengamati fenomena astronomi lebih maksimal, pilih lokasi yang jauh dari lampu kota dan memiliki pandangan langit terbuka. Kondisi cuaca juga perlu diperhatikan karena awan tebal dapat menghalangi pandangan terhadap objek langit.

Untuk mengamati hujan meteor, pengamat sebaiknya memberi waktu bagi mata untuk beradaptasi dengan kondisi gelap. Hindari melihat layar ponsel terlalu terang agar kemampuan mata dalam menangkap cahaya redup tidak terganggu.

Sementara itu, teleskop atau teropong binokular dapat membantu mengamati objek tertentu seperti Uranus dan beberapa objek langit jauh. Pastikan penggunaan alat optik dilakukan dengan aman, terutama ketika mengamati benda langit yang berada dekat arah Matahari.

Deretan fenomena tersebut membuat November 2026 menjadi bulan yang menarik untuk mengamati langit malam. Meski begitu, waktu dan lokasi terbaik untuk menyaksikannya dapat berbeda-beda bergantung pada wilayah pengamatan serta kondisi cuaca setempat.